Detail Cantuman

Image of akuntabilitas kebijakan politik luar negeri Indonesia: studi tentang hak interpelasi DPR terhadap dukungan pemerintah Indonesia atas resolusi dewan keamanan persirakatan bangsa-bangsa nomor: 1747 tentang pengembangan nuklir Iran

 

akuntabilitas kebijakan politik luar negeri Indonesia: studi tentang hak interpelasi DPR terhadap dukungan pemerintah Indonesia atas resolusi dewan keamanan persirakatan bangsa-bangsa nomor: 1747 tentang pengembangan nuklir Iran


Masalah dalam penelitian ini adalah menyangkut akuntabilitas kebijakan
politik luar negeri melalui peran DPR dalam mengonstruksi penyusunan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100114320 Sus a/R.17.246Perpustakaan Pusat (REF.17.246)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Sus a/R.17.246
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii,;216 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Sus a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masalah dalam penelitian ini adalah menyangkut akuntabilitas kebijakan
    politik luar negeri melalui peran DPR dalam mengonstruksi penyusunan dan
    perumusan kebijakan politik iuar negeri. Secara lebih spesifik, bagaimana Hak
    Interpelasi DPR digunakan terhadap dukungan Pemerintah atas Reresolusi
    Dewan Keamanan PBB Nomor 1747 tentang Pengembangan Nuklir Iran.
    Kemudian, mengapa terjadi kesenjangan antara hasil kebijakan politik luar negeri
    dengan aspirasi politik masyarakat yang direfleksikan melalui interpelasi DPR
    dalam hal Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1747 tentang Pengembangan
    Nuklir Iran.

    Berdasarkan karakteristik masalah yang diteliti, penelitian im
    menggunakan metode kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui
    observasi partisipasi dan wawancara mendalam sertafocus group discusion (FGD)
    dengan informan pangkal dan informan kunci sebagai sumber data dan informasi
    penelitian.

    Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa akuntabilitas
    kebijakan politik luar negeri serta pelibatan pasrtisipasi publik melalui mekanisme
    DPR masih belum maksimal. Partisipasi masyarakat belum sepenuhnya dilibatkan
    dalam menentukan arah kebijakan politik luar negeri hal ini karena Kementrian
    Luar Negeri dalam konteks mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor
    1747 masih sepihak, dalam pengertian, tidak ada komunikasi yang intensif
    khususnya dengan DPR, sehingga kebijakan politik yang diambil mendapat
    perlawanan dari DPR yang pada akhirnya DPR menggunakan hak
    konstitusionalnya, yakni menggunakan hak interpelasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi