Detail Cantuman

Image of MODERNISASI SENI PERTUNJUKAN KARINDING

Skripsi  

MODERNISASI SENI PERTUNJUKAN KARINDING


ABSTRAK


Hesty Yuliantini, 210111100069, 2013 “Modernisasi Seni Pertunjukan Karinding”. Pembimbing utama Dr. Rd. Hj. Funny ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1C 0851704.943 28 YUL mPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1C)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    704.943 28 YUL m
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung..,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 205 hlm.:ilus.; 21 x 30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    704.943 28 YUL m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK


    Hesty Yuliantini, 210111100069, 2013 “Modernisasi Seni Pertunjukan Karinding”. Pembimbing utama Dr. Rd. Hj. Funny Mustikasari Elita, M.Si dan pembimbing pendamping Duddy Zein, S.Sos., M.Si., Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
    Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa “Karinding Attack” melakukan modernisasi terhadap seni pertunjukan karinding, serta menganalisis aktifitas komunikasi yang dilakukan “Karinding Attack” selama me-modernisasi seni pertunjukan karinding.
    Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi kasus yang memaparkan situasi atau peristiwa, tidak mencari atau menjelaskan hubungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi pustaka. Masalah yang diteliti dikemas dalam bentuk pertanyaan kemudian melakukan wawancara. Wawancara tersebut
    ditujukan kepada lima orang informan yang merupakan sumber terpercaya karena terlibat langsung dalam proses modernisasi kesenian karinding tersebut.
    Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, terjadinya modernisasi seni pertunjukan karinding oleh “Karinding Attack” dikarenakan mereka dihadapkan pada proses perubahan budaya tradisional yang melintasinya. Proses modernisasi ini terlihat dari adanya beberapa perubahan konsep pertunjukan, arangement musik dan fungsi pertunjukan dari kesenian karinding sebelumnya. Kini seni pertunjukan karinding telah menjadi media hiburan dan media informasi yang digunakan oleh “Karinding Attack” untuk menyampaikan nilai-nilai yang terdapat dalam alat musik karinding. Aktifitas Komunikasi “Karinding Attack” dalam melakukan modernisasi kesenian karinding dibedakan menjadi dua bagian, yaitu komunikasi saat pertunjukan
    dan komunikasi saat di luar pertunjukan. Komunikasi saat pertunjukan cenderung melalui dua sifat komunikasi, yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi verbal diaplikasikan melalui lirik lagu yang “Karinding Attack” sampaikan kepada penonton. Komunikasi non verbal diaplikasikan dalam kemasan pertunjukan, melalui simbol, motivasi, serta repertoar pertunjukan. Intinya, penulis menilai bahwa aktifitas komunikasi “Karinding Attack” pada saat pertunjukan, contohnya dalam salah satu konser yang pernah digelar oleh “Karinding Attack” yaitu “Konser Gerbang Kerajaan Serigala”, “Karinding Attack” berhasil mengkomunikasikan pesan yang ingin disampaikan. Keberhasilan itu terbukti dari kemasan pertunjukan sebagai simbolisasi dari pesan yang mereka ingin sampaikan. Bentuk apresiasi anak muda Bandung
    dengan bermunculannya kelompok karinding baru menjadi sebuah tanda bahwa “Karinding Attack” dapat memberikan influence serta dapat mengkomunikasikan keinginan-keinginan dan pesan mereka kepada masyarakat.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi