<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14657">
 <titleInfo>
  <title>Proses dan hasil evaluasi kebijakan tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat pada pasar tradisional dan modern di kota administrasi jakarta utara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rosidi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;232 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Membaiknya stabilitas perekonomian selepas krisis, menjadikan Indonesia &#13;
pangsa pasar bagi usaha ritel modem. Perkembangan usaha ritel modem di Kota &#13;
Administrasi Jakarta U lata meugalaiui peuiugkatan cukup laj am seperti &#13;
minimarket 372 gerai, supermarket 8 gerai, dan hypermarket 9 gerai. Jumlah &#13;
tersebut tidak sebanding dengan pasar tradisional sebanyak 24 pasar. Pesatnya &#13;
perkembangan usaha pasar modem mengganggu pasar tradisional, karena &#13;
kegiatannya sampai ketingkat kelurahan. Untuk menghindari monopoli dan &#13;
persaingan usaha yang tidak sehat, Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang &#13;
larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. &#13;
&#13;
Implementasi kebijakan tersebut sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun, &#13;
namun belum menunjukkan tingkat kinerja yang optimal, sehingga perlu &#13;
dievaluasi. Proses evaluasi menggunakan Decision Theoretic Evaluation dengan &#13;
aspek Effectiveness, efficiency. Adequacy, equity, responsiveness, dan &#13;
appropriateness. Analisa data dengan tahapan penyelesaian 6 (enam) langkah &#13;
&#13;
. kegiatan. &#13;
&#13;
Hasil proses evaluasi kebijakan menunjukkan bahwa kinerja kebijakan &#13;
belum dapat mencapai tujuan formal, meskipun usaha pasar modem tingkat &#13;
perkembangannya kondusif namun pasar tradisional belum kondusif; terjadinya &#13;
pergeseran waktu belanja masyarakat; lemahnya daya saing pasar tradisional, dan &#13;
merevisi kebijakan tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak &#13;
sehat. Selain itu, ditemukan konsep barn aspek evaluasi kebijakan yaitu &#13;
pergeseran waktu belanja masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility">Rosidi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Effectiveness, efficiency. Adequacy, equity, respo</topic>
 </subject>
 <classification>320 Ros p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320 Ros p/R.17.229</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100036</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.229)</sublocation>
    <shelfLocator>320 Ros p/R.17.229</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14657</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-03 14:48:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>