Koalisi partai politik pada pemilukada (studi mengenai interaksi sosial pada pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten bandung tahun 2010)
Penelitian dengan judul KOALlSl PAR TAl POLlTIK PADA
PEMlLUKADA (Studi Interaksi Sosial pada Pemilihan Umum Kepala Daerah
dan Wakil ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100165 320 Riz k/R.17.227 Perpustakaan Pusat (REF.17.227) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Riz k/R.17.227Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiv,;236 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Riz kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rizkiyansyah, Ferry Kurnia -
Penelitian dengan judul KOALlSl PAR TAl POLlTIK PADA
PEMlLUKADA (Studi Interaksi Sosial pada Pemilihan Umum Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010) ini dilatarbelakangi
oleh interaksi sosial partai politik dalam pembentukan koalisi partai politik dalam
Pemilukada Kabupaten Bandung Tahun 2010 yang didasarkan pada basis
ideologi. Namun formasi koalisi partai politik yang terbentuk serta pasangan ealon
yang diusung koalisi partai politik sebagai hasil interaksi sosial partai politik pada
Pemilukada Kabupaten Bandung Tahun 2010 menunjukkan tidak ada kaitannya
dengan kesamaan ideologi. Pembentukan koalisi partai politik tidak membawa
efek signifikan bagi tumbuhnya kerjasama internal partai politik dan antarpartai
politik mitra koalisi, bahkan pada sebagai partai politik melahirkan polarisasi dan
fragmentasi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawaneara mendalam,
observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Penentuan informan dilakukan seeara
. purposive. Data diolah dan dianalisis sesuai tahapan penelitian kualitatif.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi sosial elit partai
politik dalam proses penjaringan dan penentuan ealon serta proses pembentukan
koalisi partai politik menunjukkan keadaan yang berbeda. Pada sebagian koalisi,
interaksi sosial elit lebih didominasi salah satu partai politik. Ini dibuktikan pada
pasangan ealon bupati dan wakil bupati yang diusung koalisi partai politik
merupakan hasil penjaringan sebuah partai politik yang kemudian diterima partai
politik lain setelah berkoalisi. Dengan demikian, interaksi sosial elit eenderung
tidak dinamik. Namun koalisi partai politik lain menunjukkan interaksi sosial
antarelit yang seimbang dan dinamik. Pasangan ealon yang diusung koalisi partai
politik masing-masing merupakan hasil penjaringan bersama partai-partai mitra
koalisi. Selanjutnya interaksi sosial elit dalam pembentukan koalisi partai politik
didorong motivasi yang berbeda antara antara partai politik yang bermodal kursi
sedikit dengan yang bermodal kursi banyak. Partai politik yang bermodal kursi
sedikit eenderung ideologis. Sebaliknya partai politik yang bermodal kursi ban yak
eenderung pragmatik. Dalam konteks ini, kesamaan ideologi pada koalisi partai
politik tidak menjamin pembentukan koalisi berangkat dari motivasi yang sama.
Namun, pada koalisi partai politik yang seeara ideologi berbeda, justru didorong
motivasi yang sama. Dari penelitian ini juga, dapat ditemukan konsep baru berupa
pola interaksi sosial yang berbeda antara partai politik besar, menengah, dan keeil,
yaitu interaksi internal, eksternal dan interaksi sosial ekstemal-internal.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






