<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14655">
 <titleInfo>
  <title>Koalisi partai politik pada pemilukada (studi mengenai interaksi sosial pada pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten bandung tahun 2010)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizkiyansyah, Ferry Kurnia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiv,;236 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian dengan judul KOALlSl PAR TAl POLlTIK PADA &#13;
PEMlLUKADA (Studi Interaksi Sosial pada Pemilihan Umum Kepala Daerah &#13;
dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010) ini dilatarbelakangi &#13;
oleh interaksi sosial partai politik dalam pembentukan koalisi partai politik dalam &#13;
Pemilukada Kabupaten Bandung Tahun 2010 yang didasarkan pada basis &#13;
ideologi. Namun formasi koalisi partai politik yang terbentuk serta pasangan ealon &#13;
yang diusung koalisi partai politik sebagai hasil interaksi sosial partai politik pada &#13;
Pemilukada Kabupaten Bandung Tahun 2010 menunjukkan tidak ada kaitannya &#13;
dengan kesamaan ideologi. Pembentukan koalisi partai politik tidak membawa &#13;
efek signifikan bagi tumbuhnya kerjasama internal partai politik dan antarpartai &#13;
politik mitra koalisi, bahkan pada sebagai partai politik melahirkan polarisasi dan &#13;
fragmentasi. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan &#13;
kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawaneara mendalam, &#13;
observasi lapangan, dan studi kepustakaan. Penentuan informan dilakukan seeara &#13;
. purposive. Data diolah dan dianalisis sesuai tahapan penelitian kualitatif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa interaksi sosial elit partai &#13;
politik dalam proses penjaringan dan penentuan ealon serta proses pembentukan &#13;
koalisi partai politik menunjukkan keadaan yang berbeda. Pada sebagian koalisi, &#13;
interaksi sosial elit lebih didominasi salah satu partai politik. Ini dibuktikan pada &#13;
pasangan ealon bupati dan wakil bupati yang diusung koalisi partai politik &#13;
merupakan hasil penjaringan sebuah partai politik yang kemudian diterima partai &#13;
politik lain setelah berkoalisi. Dengan demikian, interaksi sosial elit eenderung &#13;
tidak dinamik. Namun koalisi partai politik lain menunjukkan interaksi sosial &#13;
antarelit yang seimbang dan dinamik. Pasangan ealon yang diusung koalisi partai &#13;
politik masing-masing merupakan hasil penjaringan bersama partai-partai mitra &#13;
koalisi. Selanjutnya interaksi sosial elit dalam pembentukan koalisi partai politik &#13;
didorong motivasi yang berbeda antara antara partai politik yang bermodal kursi &#13;
sedikit dengan yang bermodal kursi banyak. Partai politik yang bermodal kursi &#13;
sedikit eenderung ideologis. Sebaliknya partai politik yang bermodal kursi ban yak &#13;
eenderung pragmatik. Dalam konteks ini, kesamaan ideologi pada koalisi partai &#13;
politik tidak menjamin pembentukan koalisi berangkat dari motivasi yang sama. &#13;
Namun, pada koalisi partai politik yang seeara ideologi berbeda, justru didorong &#13;
motivasi yang sama. Dari penelitian ini juga, dapat ditemukan konsep baru berupa &#13;
pola interaksi sosial yang berbeda antara partai politik besar, menengah, dan keeil, &#13;
yaitu interaksi internal, eksternal dan interaksi sosial ekstemal-internal. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Rizkiyansyah, Ferry Kurnia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif denga</topic>
 </subject>
 <classification>320 Riz k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320 Riz k/R.17.227</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100165</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.227)</sublocation>
    <shelfLocator>320 Riz k/R.17.227</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14655</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-03 14:56:37</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>