Kerjasama bilateral indonesia-malaysia studi tentang sosek malindo dalam pembangunan pos pemeriksaan lintas batas di jagoi babang kabupaten bengkayang-kalimantan barat
Penelitian ini difokuskan pada peran Organisasi Bilateral Indonesia-Malaysia
dalam pernbangunan perbatasan dengan rnengeksplorasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100177 320 Nug k/R.17.220 Perpustakaan Pusat (REF.17.220) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Nug k/R.17.220Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xvi,;222 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Nug kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nugrahaningsih, Nurfitri -
Penelitian ini difokuskan pada peran Organisasi Bilateral Indonesia-Malaysia
dalam pernbangunan perbatasan dengan rnengeksplorasi persoalan-persoalan yang
dihadapi oleh Tim Teknis Sosek-Malindo (Organisasi Bilateral Indonesia -Malaysia
khususnya dalam isu sosial ekonorni). Organisasi ini sudah berdiri sejak tahun 1985,
namun belurn dapat berperan secara optimal dalam pernbukaan Pos Perneriksaan
Lintas Batas Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang.
Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan
data melalui wawancara dan observasi. Untuk rnenganalisis data, peneliti rnengambil
beberapa langkah dimulai dari mengorganisir data mentah sampai dengan
menginterpretasikan arti dari ide pokok dan keterangannya. Untuk menguji
keabsahan data' peneliti menggunakan stategi validitas yang salah satunya adalah
triangulasi surnber data yang berbeda.
Berdasarkan berbagai sumber data, peneliti menemukan beberapa faktor
seperti : (I) Keberadaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Jagoi Babang belurn menjadi
prioritas bagi Malaysia. (2) Diplomasi yang dilakukan belurn optimal. (3) Kurangnya
komitmen pemerintah terhadap pembangunan PPLB Jagoi Babang (4) Adanya
Outstanding Boundary Problem (OBP). Penelitian ini menyimpulkan, khususnya
dalam pernbangunan Pos Pemeriksaan Lintas Batas Jagoi Babang, pemerintah harus
lebih pro aktif dalam menyelesaikan persoalan Outstanding Boundary Problem,
berkomitmen dalam mengikuti forum-forum Sosek Malindo, dan mengoptimalkan
diplomasi sehingga keberadaan Pos Pemeriksaaan Lintas Batas di Jagoi Babang juga
dapat menjadi prioritas bagi Malaysia.
Disertasi ini mengajukan konsep untuk rnernperkuat kerjasarna bilateral dalam
Sosek Malindo melalui " wider participation" yang melibatkan NGO's dan civil
society sebagai aktor-aktor penting selain pemerintah.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






