Detail Cantuman

Image of Desentralisasi Pemberian Izin Pertambangan Batubara Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah Di kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan  Timur

 

Desentralisasi Pemberian Izin Pertambangan Batubara Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah Di kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur


Pennasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah terkait dengan
desentralisasi pemberian izin. pertambangan batubara dalam ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140100173320 Noo D/R.17.219Perpustakaan Pusat (REF.17.219)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Noo D/R.17.219
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;344 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Noo D
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pennasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah terkait dengan
    desentralisasi pemberian izin. pertambangan batubara dalam penyelenggaraan
    otonomi daerah di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur. Sejauh ini
    penyelenggaraan pertambangan batubara tampaknya belum secara efektif
    menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sebaliknya kenyataan yang
    dihadapi adalah kondisi lingkungan yang menimbulkan pencemaran udara dan
    berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Pada saat yang sama faktor
    hubungan interorganisasional belum kondusif dan karakteristik aparatur
    pemerintah daerah masih menampilkan kurangnya koordinasi dalam
    penyelenggaraan urusan pemerintahan.

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
    pendekatan kualitatif. Penggunaaan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif
    dimaksudkan untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik
    objek dan subjek dari pengamatan empiris yang dilakukan secara tepat dengan
    memperhitungkan variasi pennasalahan yang terkait dengan desentralisasi
    pemberian izin pertambangan batubara dalam penyelenggaraan otonomi daerah di
    Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pemberian izin
    pertambangan batubara dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Kabupaten
    Kutai Timur belum bisa terlaksana secara optimal dalam meningkatkan devisa
    daerah pada taraf yang diharapkan. Walaupun secara faktual kontribusi dari hasil
    pertambangan batubara cukup besar dalam penerimaan APBD dan meningkatkan
    pendapatan serta memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat. Sektor ini
    pengaruhnya bisa lebih besar lagi sumbangannya seandainya Pemerintah Daerah
    memiliki kewenangan yang luas dalam pengelolaan kawasan hutan dan
    perkebunan yang dalam kenyataan seringkali tumpang tindih. Desentralisasi
    pemberian ijin pertambangan batubara ditentukan oleh faktor: kondisi lingkungan;
    hubungan interorganisasional; sumber daya dan faktor karakteristik instansi
    pelaksana. Selain itu temuan barn dalam penelitian ini adalah percepatan proses
    pelaksanaan desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara bagi para
    investor perusahaan tambang batubara juga ditentukan oleh faktor : pertama,
    budaya pelayanan (services culture) yang dilakukan oleh aparatur pemerintah
    daerah yang mengedepankan cara-cara pelayanan yang manusiawi. Model budaya
    pelayanan yang prima dan dilakukan dengan hati ini telah secara langsung atau
    tidak langsung mendorong peningkatan. investasi pertambangan batubara di
    Kabupaten Kutai Timur. Kedua, pola hubungan yang belum hannonis antar
    susunan pemerintahan (govermental relationship) yaitu antara pemerintah pusat,
    pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupatenlkota dalam
    melaksanakan urusan pemerintahan yang bersifat konkuren, khususnya dalam
    urusan energi dan sumber daya mnineral.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi