Skripsi
REPRESENTASI LAKI-LAKI METROSEKSUAL DALAM IKLAN VASELINE MEN FACE MOISTURIZER
ABSTRAK
Arnie Mellawatie, 210110070203, 2013, Manajemen Komunikasi, konsentrasi Komunikasi Media, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan K1C 0846 616.858 07 MEL r Perpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Karya Ilmiah K1C) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu KomunikasiJudul Seri -No. Panggil 616.858 07 MEL rPenerbit Fikom Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xiii, 165 hlm.:ilus.; 21 x 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 616.858 07 MEL rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
ABSTRAK
Arnie Mellawatie, 210110070203, 2013, Manajemen Komunikasi, konsentrasi Komunikasi Media, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jatinangor. Judul penelitian yaitu “Representasi Laki-laki Metroseksual Dalam Iklan Vaseline Men Face Moisturizer”. Penelitian ini dibawah bimbingan Dr. Eni Maryani, M.Si. sebagai dosen pembimbing utama dan Nindi Aristi, S.Sos, M.Comn sebagai dosen pembimbing pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi metroseksual dalam iklan Vaseline Men Face Moisturizer dilihat dari makna denotasi dan dari makna konotasi, serta untuk mengetahui representasi metroseksual jika dilihat dari mitos yang ada di dalam iklan Vaseline Men Face Moisturizer.
Penelitian ini menggunakan metode Semiotika Roland Barthes. Analisis semiotik dilakukan pada TVC (Televicion Commercial) Vaseline Men Face Moisturizer versi Darius Sinathrya. Analisis ini difokuskan pada adegan yang mengandung tanda-tanda dominan tentang metroseksualitas.
Hasil penelitian ini menemukan ciri laki-laki metroseksual yang terdapat pada iklan Vaseline Men Face Moisturizer. Tanda-tanda yang dapat dimaknai sebagai ciri laki-laki metroseksual adalah laki-laki yang memiliki tubuh atletis dan berolahraga di fitness center, laki-laki berkulit wajah cerah dan tidak memiliki noda hitam, laki-laki yang menggunakan produk kosmetik dan laki-laki metroseksual yang menjadi tokoh idola. Berdasarkan analisis tanda denotasi dan konotasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan dua mitos metroseksual yaitu mitos maskulinitas dalam konsep metroseksual, dan mitos laki-laki metroseksual adalah tokoh idola.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






