
Text
[SKRIPSI] STUDI DESKRIPTIF MENGENAI RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK TUNARUNGU USIA 6 SAMPAI 12 TAHUN
"ABSTRAK
Ibu yang memiliki anak tunarungu dihadapkan pada tantangan pengasuhan
yang dapat mengarah pada stres dan penurunan fungsi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012021S3491 S3491 Azh s Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (-) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3491 Azh sPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik xiii., 78 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110140051Klasifikasi S3491 Azh sTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab AZHAR UMAR FATHIN -
"ABSTRAK
Ibu yang memiliki anak tunarungu dihadapkan pada tantangan pengasuhan
yang dapat mengarah pada stres dan penurunan fungsi optimal dari diri ibu itu
sendiri. Resiliensi merupakan kapasitas yang menjadikan ibu dapat menghadapi,
mengatasi, bahkan berkembang ketika dihadapkan pada adversity dari hambatan
dan tantangan pengasuhan anak tunarungu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi dan tiga
sumber resiliensi pada ibu yang memiliki anak tunarungu usia 6 sampai 12 tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif menggunakan kuesioner
resiliensi berdasarkan teori Grotberg (2003). Responden penelitian yang diperoleh
yaitu 51 ibu yang mengisi kuesioner melalui kuesioner daring (44 responden) dan
luring (7 responden). Validitas alat ukur menggunakan expert review dan korelasi
Rank Spearman, sedangkan reliabilitas menggunakan internal consistency dengan
koefisien Cronbach Alpha 0,960.
Ditemukan bahwa 72,5% ibu yang memiliki anak tunarungu usia 6 sampai
12 tahun memiliki resiliensi tinggi, dan 27,5% memiliki resiliensi sedang. Ibu
dengan resiliensi tinggi ditandai dengan sumber resiliensi I Have tinggi (76%), I
Am tinggi (97%), dan I Can tinggi (81%), sedangkan pada Ibu dengan resiliensi
sedang ditandai dengan I Have sedang (64%), I Am sedang (64%), dan I Can sedang
(100%). Ibu dapat terus mengembangkan sumber resiliensinya berdasarkan usia
tahap perkembangan dirinya masing-masing, baik pada tahap intimacy versus
isolation maupun generativity versus stagnation.
Kata Kunci : Resiliensi, Ibu, Tunarungu, Middle Childhood"
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






