Efektivitas Pemerintahan Presidensial Dalam Sistem Politik Multipartai
Sistem pemerintahan yang dianut negara kita adalah sistem pemerintahan
presidensial. Namun di sisi lain kita juga menganut sistem ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140100134 320 Kar E/R.17.202 Perpustakaan Pusat (REF.17.202) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Kar E/R.17.202Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xv,;277 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Kar ETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Kartasasmita, Agus Gumiwang -
Sistem pemerintahan yang dianut negara kita adalah sistem pemerintahan
presidensial. Namun di sisi lain kita juga menganut sistem multipartai. Salah satu
persoalan yang mengemuka adalah bagaimana membangun pemerintahan
presidensial yang stabil dan efektif di tengah semakin dominannya sistem politik
multipartai. Kemampuan suatu pemerintahan presidensial untuk bertahan dan
berjalan efektif dalam sistem multipartai merupakan pertanyaan pokok yang
hendak dijawab dalam disertasi ini. Keberadaan Sekretariat Gabungan (Setgab)
Partai Koalisi dalam periode Pemerintahan SBY-Boediono adalah kasus yang
rnenarik untuk diteliti. Untuk itu, penelitian ini mengkaji keberadaan Sekretariat
Gabungan (Setgab) Partai Koalisi melalui dua kategori: (1) daya tahan
pemerintahan dalam menghadapi tekanan politik partai-partai di parI em en
(regime survival); dan (2) seberapa efektif kinerja pemerintahan dalam
mengantarkan sejumlah kebijakan (regime performance).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Infonnan penelitian
terdiri atas pihak-pihak yang terlibat dalam Setgab dan pandangan para ahli
terkait dengan kajian sistem pemerintahan, yang ditentukan dengan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data sekunder menggunakan studi
kepustakaan, studi dokumen dan observasi. Pengumpulan data primer
menggunakan teknik wawancara secara mendalam. Pengolahan data
menggunakan metode analisis deskriptif.
Kesimpulan penelitian ini adalah diperoleh pemahaman bahwa aspek
kepemimpinan presiden merupakan faktor yang paling berpengaruh untuk
menciptakan stabilitas dan efektifitas pemerintahan presidensial yang bekerja
dalam bingkai sistem politik multipartai. Setidaknya ada lima unsur
kepemimpinan presiden dalam tata kelola pemerintahan: presiden harus terlibat
sepenuhnya dalam proses pengambilan keputusannya; kata-kata presiden tidak
boleh samar-samar (unambiguous); pesan presiden harus disiarkan seluas
luasnya; alat dan sumber daya yang tersedia untuk pelaksanaannya hams
mencukupi; dan, penerima pesan presiden harus mengakui kekuasaan clan
legitimasi pembuat kebijakan atau program bersangkutan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






