Detail Cantuman

Image of Perilaku birokrasi dalam pengawasan internal di badan pendidikan dan pelatiham kementrian dalam negeri

 

Perilaku birokrasi dalam pengawasan internal di badan pendidikan dan pelatiham kementrian dalam negeri


Disertasi ini mendiskripsikan dan menganalisis fenomena ernpms
perilaku birokrasi dalam pengawasan internal di Kementerian Dalam Negeri,

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100036320 Har p/R.17.198Perpustakaan Pusat (REF.17.198)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Har p/R.17.198
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    5621 2 juli 2013
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Har p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini mendiskripsikan dan menganalisis fenomena ernpms
    perilaku birokrasi dalam pengawasan internal di Kementerian Dalam Negeri,
    dengan menggunakan teori perilaku birokrasi dalam konteks pengawasan internal.

    Penelitian disertasi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
    pendekatan kualitatif, untuk menemukan dan mendiskripsikan perilaku pengawas
    internal selaku birokrasi dalam melaksanakan pengawasan di Kementerian Dalam
    Negeri.

    Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif pada natural
    setting, pengamatan berperan serta tparticipan observation), dan wawancara
    mendalam (indepth interview) melalui informan yaitu para pengawas internal.
    Dengan mengandalkan peneliti sebagai instrumen penelitian diharapkan mampu
    mengeksplorasi kedalaman data yang lebih komprehensif. Triangulasi dan
    pemaknaan (meaning) terhadap fenomena temuan penelitian merupakan
    pendekatan yang dikedepankan di dalam melakukan analisis. Dalam penelitian
    ini peneliti dipandu oleh hipotesis kerja yang diturunkan dari teori melalui kajian
    literature yang relevan.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem birokrasi yang meliputi
    desain pekerjaan, rentang kendali dan sistim karier, penghargaan dan hukuman
    tidak mampu mengarahkan perilaku birokrasi dalam melakukan pengawasan
    internal sesuai tujuan pengawasan. Perilaku pengawasan internal menunjukkan
    perilaku birokrasi disfungsional yang disebabkan oleh karakteristik individu para
    pengawas internal yang berorientasi kepada kepentingan pribadi (self interest)
    individu. (2) Ketidakjelasan rumusan sanksi dan kelemahan dalam penegakan
    sanksi menyebabkan para birokrat berani melakukan penyimpangan perilaku.
    Sanksi menjadi instrumen yang efektif untuk mengendalikan perilaku birokrasi
    sesuai tujuan organisasi. (3) Penyimpangan perilaku birokrasi pengawas internal
    disamping sangat dipengaruhi oleh lemahnya penegakan sanksi, juga diakibatkan
    oleh kuatnya budaya ewuh pakewuh atau sungkan dalam budaya birokrasi di
    Indonesia. (4) Perilaku birokrasi yang disfungsional dilakukan secara kalkulatif,
    yaitu di satu sisi peluang besarnya keuntungan pribadi yang diperoleh melalui
    penyimpangan perilaku, sementara di sisi lain terdapat kelemahan dalam
    penegakan sanksi bagi mereka yang melakukan penyimpangan, atau faktor
    risikonya terlalu kecil. (5) Hasil pengawasan internal akan memiliki manfaat bagi
    masyarakat jika diberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui dan
    menyermati hasil pengawasan internal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi