Detail Cantuman

Image of Implementasi Kebijakan Kesetaraan Difabel (studi tentang efektifitas implementasi peraturan daerah kota Surakarta No.2 tahun 2008 pada bidang ketenagakerjaan di instansi pemerintah kota Surakarta)

 

Implementasi Kebijakan Kesetaraan Difabel (studi tentang efektifitas implementasi peraturan daerah kota Surakarta No.2 tahun 2008 pada bidang ketenagakerjaan di instansi pemerintah kota Surakarta)


Fokus dari penelitian ini adalah analisa tentang aspek-aspek yang
menyebabkan implementasi kebijakan kesetaraan difabel pada bidang

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100112320 Har i/R.17.197Perpustakaan Pusat (REF.17.197)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Har i/R.17.197
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    5825 4 sep 2013
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Har i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fokus dari penelitian ini adalah analisa tentang aspek-aspek yang
    menyebabkan implementasi kebijakan kesetaraan difabel pada bidang
    ketenagakerjaan di Instansi Pemerintah Kota Surakarta belum efektif. Dalam
    konteks ini, analisa dilihat dari tiga aspek, yaitu: karakteristik masalah,
    kemampuan kebijakan menstruktur implementasi dan aspek lingkungan diluar
    kebijakan.

    Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengurnpulan
    data melalui observasi, analisis dokumentasi dan wawancara mendalam.
    Keabsahan data dilakukan dengan teknik trianggulasi melalui cek, ricek dan
    konfirmasi antara hasil observasi, analisis dokumentasi dan hasil wawancara
    mendalam.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum efektifnya implementasi
    kebijakan kesetaran difabel pada bidang ketenagakerjaan di instansi pemerintah
    Kota Surakarta karena: Karaktristik masalah yang menyangkut difabel sangat
    rumit dan kompleks, kebijakan tidak mampu menstruktur proses implementasi,
    dan adanya aspek di luar kebijakan yang mempengaruhi kebijakan.

    Rumit dan kompleksnya karakteristik masalah tersebut diindikasikan
    dengan: kesukaran-kesukaran teknis, keberagaman perilaku yang diatur, besamya
    prosentase totalitas difabel yang tercakup dalam kelompok sasaran, dan tingginya
    tingkat dan ruang lingkup perubahan perilaku yang dikehendaki. Sedangkan
    ketidakmampuan kebijakan menstruktur proses implementasi secara tepat,
    diindikasikan dengan: kurangnya kecermatan dan kejelasan penjenjangan tujuan­
    tujuan resmi yang akan dicapai, tidak adanya ketetapan alokasi sumberdana,
    kurangnya keterpaduan hierarki di dalam lingkungan dan di antara lembaga­
    lembaga atau instansi-instansi pelaksana, belum disahkannya aturan-aturan
    pembuat keputusan dari badan-badan pelaksana, tidak tepatnya pola rekruitmen
    pejabat sehingga komitmen para pejabat terhadap tujuan yang termaktub dalam
    kebijakan masih rendah, dan terbatasnya akses formal pihak luar. Aspek diluar
    kebijakan yang menyebabkan tidak optimalnya proses implementasi yaitu
    kurangnya komitmen dan kemampuan kepemimpinan para pejabat pelaksana.

    Dalam konteks ini temuan lapangan menunjukan bahwa kurangnya
    kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi unsur pokok dalam implementasi
    kebijakan (isi kebijakan, implementor kebijakan, kelompok sasaran dan
    Jingkungan kebijakan) menjadi penyebab belum efektifnya implementasi
    kebijakan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi