Detail Cantuman

Image of Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi Dalam Alokasi Anggaran Bidang Pendidikan Tahun 2013

 

Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Bekasi Dalam Alokasi Anggaran Bidang Pendidikan Tahun 2013


Pemerintah pusat dan daerah berkewajiban menjamin terselenggaranya
wajib belajar, termasuk didalamnya peningkatan anggaran pendidikan. Akan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100134320 Han i / R.17.196Perpustakaan Pusat (REF.17.196)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Han i / R.17.196
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;297 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Han i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pemerintah pusat dan daerah berkewajiban menjamin terselenggaranya
    wajib belajar, termasuk didalamnya peningkatan anggaran pendidikan. Akan tetapi
    kenyataan menunjukkan bahwa Program Wajar Dikdas 9 tahun tidak terealisasi
    dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Hasil pelaksanaan kebijakan alokasi
    anggaran bidang pendidikan kurang mencerminkan realitas pemenuhan kebutuhan
    dasar masyarakat, efisiensi, dan efektivitas. Oleh karena itu, penelitian ini
    mempelajari dan menganalisa bagaimana proses implementasi kebijakan alokasi
    anggaran pendidikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kota Bekasi pada
    tahun 2013.

    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan
    analisa deskriptif. Peneliti memperoleh data melalui observasi langsung dan
    wawancara mendalam kepada sejumlah informan. Untuk memandu penelitian ini di
    tetapkan hipotesis kerja dengan mendasarkan pada teori Grindle yaitu Implementasi
    kebijakan alokasi anggaran pendidikan dengan menganalisis konten dan konteks
    kebijakan.

    Berdasarkan konten kebijakan implementasi kebijakan alokasi anggaran
    pendidikan terkendala oleh faktor kepentingan kelompok yang terpengaruh yakni
    kepentingan swasta dan program pemerintah yang lebih berorientasi pada
    kepentingan komersial dan pembangunan infrastruktur sehingga menghambat
    peningkatan kualitas pelayanan dalam menyediakan sarana dan prasarana
    pendidikan. Meskipun program wajar Dikdas 9 tahun sangat bermanfaat, namun
    tidak semua masyarakat (terutama dari masyarakat miskin) dapat mengakses
    pelayanan pendidikan karena terbentur masalah ekonomi sehingga anak usia
    sekolah tidak dapat melanjutkan ice jenjang pendidikan lebih tinggi karena harus
    membantu pekerjaan orang tua. Kondisi diatas menyebabkan, perubahan yang
    diharapkan dari kebijakan, yakni terwujudnya pemerataan pendidikan tidak
    tercapai, terbukti realisasi lebih rendah daripada target yang ditetapkan. Dukungan
    sumber daya finansial sesungguhnya sudah diarahkan pada pencapaian tujuan, yang
    mana alokasi anggaran pendidikan untuk wajar dikdas lebih besar daripada program
    pendidikan lainnya, namun sumber daya finansial masih dinilai belum memadai
    untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pendidikan. Sedangkan faktor konteks
    implementasi kebijakan menunjukkan bahwa ketiga faktor yang mempengaruhi
    memiliki kendala, yakni faktor kekuasaan, kepentingan dan strategi aktor dalam
    bentuk political will dari pemerintah sudah ada, namun belum konsisten pada
    pelaksanaannya. Untuk faktor karakteristik institusi dan regim yang berkuasa
    menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi pemerintah Kota Bekasi seolah­
    olah hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota. Padahal penyelesaian
    masalah yang dihadapi sudah merupakan isu nasional dan lintas institusi yang
    memerlukan komitmen serius dari pihak pemerintah daerah maupun DPRD Kota
    Bekasi. Sedangkan faktor tingkat kepatuhan dan respon pelaksana terkendaa dalam
    hal respon yang masih rendah dalam hal penerapan punishment terhadap pelanggar.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi