
Text
[SKRIPSI] HUBUNGAN SELF DISCLOSURE DAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PEMILIK SECOND ACCOUNT INSTAGRAM STUDI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PADJADJARAN
ABSTRAK
Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan pada
saat ini, terutama pada usia dewasa awal. Keinginan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 19012021S3476 S3476 Sri h Perpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (-) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PsikologiJudul Seri -No. Panggil S3476 Sri hPenerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2021 Deskripsi Fisik xv., 105 hlm.: ill.; 30 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 190110170135Klasifikasi S3476 Sri hTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik SKRIPSIPernyataan Tanggungjawab SRIOVINNI PRATIWI -
ABSTRAK
Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan pada
saat ini, terutama pada usia dewasa awal. Keinginan individu untuk
menunjukkan gambaran diri terbaik pada akun Instagram yang dimiliki
dapat meningkatkan kekhawatiran akan banyak hal terkait konten yang
disajikan dan memunculkan berbagai macam feedback dari orang lain.
Untuk menghindari feedback negatif, individu dapat membuat akun kedua
yang dikhususkan untuk mengungkapkan informasi pribadi kepada orang
lain yang dianggap dekat dengan individu tersebut. Selain itu, lingkaran
yang lebih kecil di akun kedua Instagram ini dapat memenuhi kebutuhan
individu dewasa awal untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan
orang lain. Akun kedua Instagram juga memungkinkan individu lebih
leluasa untuk melakukan self-disclosure. Beberapa penelitian sebelumnya
menunjukkan bahwa keterbukaan mengenai diri sendiri dapat meningkatkan
subjective well-being yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara self-disclosure dan subjective well-being pada
pemilik second account Instagram. Rancangan penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan studi korelasi dan melibatkan 129 responden
mahasiswa Universitas Padjadjaran yang memiliki dan aktif menggunakan
second account Instagram. Sampel penelitian ini ditentukan menggunakan
teknik convenience sampling. Pengambilan data dilakukan secara daring
dengan menggunakan google form. Adapun alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat ukur Self-disclosure, Satisfaction with Life Scale
(SWLS), dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Analisis
data yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hasil analisa data
menunjukkan bahwa self-disclosure berkorelasi positif terhadap subjective
well-being. Berdasarkan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara self-disclosure dengan subjective well-being.
Kata Kunci: keterbukaan diri; kesejahteraan subjektif; akun kedua;
finstagram; mahasiswa. "
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






