Kepemimpinan visioner walikota dalam pembangunan infrastruktur di kota jambi
Pembangunan infrastr:uktur menjadi salah satu misi dari Pemerintah Kota
Jambi. Kepemimpinan Visioner Walikota Jambi di bidang pembangunan
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100168 320 Dar k/R.17.192 Perpustakaan Pusat (REF.17.192) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Dar k/R.17.192Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiii,;218 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Dar kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Darmawan -
Pembangunan infrastr:uktur menjadi salah satu misi dari Pemerintah Kota
Jambi. Kepemimpinan Visioner Walikota Jambi di bidang pembangunan
infrastruktur menjadi fokus perhatian yang peneliti tertarik untuk amati karena
pembangunan infrastruktur di Kota J ambi belum mengalami peningkatan, bahkan
mengalami kemunduran. Pennasalahan di bidang pembangunan infrastruktur
memunculkan pertanyaan terhadap kepemimpinan visioner walikota dalam
penyelenggaraan pemerintah daerah khususnya dalam bidang pembangunan
infrastruktur.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memperoleh
konsep baru ten tang kepemimpinan visioner walikota dalam rangka
pengembangan ilmu pemerintahan. Adapun teori yang digunakan oleh peneliti
dalam melakukan penelitian ini adalah teori kepemimpinan visioner. Sedangkan
metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif analisis, dalam metode penelitian kualitatif ini sumber data terdiri dari
data primer yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam, dan data sekunder
yang diperoleh dari penelusuran pustaka dan dokumen.
Hasil dari penelitian ini adalah walikota sebagai pemimpm belum
menjalankan peranannya sebagai agen perubahan karena masih belum
memperbaiki keadaan yang ada, misal dalam pembangunan dan perbaikan
infrastruktur jalan dan jembatan. Walikota juga lebih memiliki kedekatan
hubungan dengan investor dibandingkan dengan rakyat, serta belum menjadikan
visi dan misinya sebagai sebuah sarana dan pesan yang mengekspresikan apa
yang bennanfaat dan menarik bagi masa depan organisasi dan masyarakat, karena
itu walikota dapat dikatakan belum menjadi juru bicara yang baik. Disamping itu
walikota juga belum mampu menghargai keberhasilan pegawai, menghonnati
pegawai, dan membangun kepercayaan diri pegawai, karena itu dapat dikatakan
pula bahwa walikota belum menjalankan peranannya sebagai pelatih. Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti berkesimpulan bahwa walikota
Jambi belum menjalankan perannya sebagai pemimpin visioner.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






