Detail Cantuman

Image of Kompetensi Aparatur Penyuluh Agama (studi pada aparatur penyuluh agama kantor wilayah Kementerian agama propinsi DKI Jakarta Dalam Mengantisipasi Konflik antarumat beragama)

 

Kompetensi Aparatur Penyuluh Agama (studi pada aparatur penyuluh agama kantor wilayah Kementerian agama propinsi DKI Jakarta Dalam Mengantisipasi Konflik antarumat beragama)


Konflik sosial yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa, banyak
bersumber dari fanatisme dan radikalisme yang diaktualisasikan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100167320 Asr k/R.17.189Perpustakaan Pusat (REF.17.189)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Asr k/R.17.189
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;263 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Asr k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Konflik sosial yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa, banyak
    bersumber dari fanatisme dan radikalisme yang diaktualisasikan oleh kelompok­
    kelompok penganut agama tertentu, maka dengan sendirinya pelaksanaan fungsi­
    fungsi pemerintahan yang terkait dengan upaya mewujudkan kerukunan umat dan
    kerukunan antar umat beragama menjadi sang at penting. Aparatur Penyuluh
    Agama yang diharapkan mampu menjalankan tugas pelayanan bimbingan agama
    sebagai langkah preventif, temyata memiliki pandangan yang berbeda mengenai
    tugas penyuluhan. Tujuan penelitian adalah membahas kompetensi Aparatur
    Penyuluh Agama dalam melaksanakan tugas pelayanan bimbingan agama dan
    pembangunan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya konflik serta untuk
    mewujudkan kerukunan umat dan kerukunan antar umat beragama; dan
    memperoleh konsep baru bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan. Penelitian
    menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian sebanyak 13 orang yang
    terdiri dari unsur pejabat struktural Kementerian Agama dan aparatur fungsional
    Penyuluh Agama, serta masyarakat sebagai kelompok sasaran. Pengumpulan data
    primer menggunakan teknik wawancara sementara data sekunder menggunakan
    studi kepustakaan, dan observasi. Pengolahan data menggunakan metode analisis
    deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Aparatur Penyuluh
    Agama dalam melaksanakan tugas dalam rangka mewujudkan kerukunan umat
    dan kerukunan antar umat beragama yang meliputi motives, traits, self-concept,
    knowledge dan skills belum optimal. Dengan demikian dapat diaktualisasikan
    bahwa motives, trait, self-concept, knowledge dan skill merupakan faktor-faktor
    penting kompetensi Aparatur Penyuluh Agama dalam melaksanakan tugas
    pelayanan bimbingan agama dan pembangunan sebagai upaya mengantisipasi
    terjadinya konflik serta untuk mewujudkan kerukunan umat dan kerukunan antar
    umat beragama. Dari kelima dimensi kompetensi tersebut, dimensi motives dan
    dimensi traits merupakan dua dimensi kompetensi yang dominan menunjukkan
    kelemahan aparatur Penyuluh Agama dalam melaksanakan jabatan fungsionalnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi