pemberdayaan masyarakat disofifi pascaa pembentukan provinsi Maluku Utara
Kegiatan pembebasan tanah, pembangunan infra struktur pemerintahan
dan fasilitas publik di Sofifi ibukota Provinsi Maluku Utara sebagai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100107 320 Ada p/R.17.185 Perpustakaan Pusat (REF.17.185) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 320 Ada p/R.17.185Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xiii,;267 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 Ada pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Adam, Abbas -
Kegiatan pembebasan tanah, pembangunan infra struktur pemerintahan
dan fasilitas publik di Sofifi ibukota Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari
aktifitas pasca pembentukan Provinsi Mauluku Utara, membuat sebagian
masyarakat di Sofifi tidak berdaya, keadaan tersebut mendorong pemerintah
provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan
pemberdayaan kepada masyarakat di Sofifi tetapi bel urn mampu mewujudkan
kemandirian masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk
memahami permasalahan terse but, yakni bagaimana pemberdayaan kepada
masyarakat di Sofifi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan
data dilakukan dengan obeservasi, wawancara bebas tak berstruktur, dan studi
dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan proses tringulasi,
verifikasi dan diinterpretasi dengan mengelaborasikannya dengan teori-teori yang
relevan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Sofifi
oleh pemerintah lokal melalui instansi terkait, belum mampu mewujudkan
keberdayaan dan kemandirian masyarakat Sofifi, karena pemberdayaan yang
dilakukan oleh pemerintah lokal belum optimal pada aspek enabling,
empowering protecting, supporting dan foresting yang didasari oleh komitmen
yang kuat, serta fungsi hakiki pemerintahan dilaksanakan secara parsial, karena
lebih fokus pada fungsi pembangunan.
Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Keberdayaan dan kemandirian
masyarakat juga ditentukan oleh proses facilitating untuk meningkatkan motivasi
pribadi untuk berusaha, ketrampilan dan akses masyarakat terhadap sumber usaha.
Semakin kuat motivasi individu untuk berusaha dan adanya ketrampilan yang
dimiliki serta adanya akses terhadap sumber usaha, dapat mendorong masyarakat
untuk melakukan kegiatan usaha produktif sehingga dapat mewujudkan
keberdayaan dan kemandiriannya.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






