<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14618">
 <titleInfo>
  <title>Transformasi identitas dan pola komunikasi para pelarian politik di mancanegara</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Junaedi, Ari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;269 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ari Junaedi ; L3G050022 ; Transformasi.Identitas dan Pola Komunikasi Para Pelarian Politik di &#13;
Mancanegara (Studi Interaksi Simbolik terhadap Transformasi Identitas dan Pola Komunikasi &#13;
Para Pelarian Politik Tragedi 1965 di Negara Swedia, Jerman, Belanda, dan Perancis) ; Program &#13;
Pascasatjana UNPAD, 2010 ; Tim promotor Prof. H. Deddy Mulyana, M.A, Ph.D. ; Prof. Dr. &#13;
Harsono Suwardi, M.A. ; Prof. Dr. H. Soleh Sumirat, Drs. M.S. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan mengkaji transformasi identitas serta pola komunikasi para pelarian &#13;
politik tragedi 1965 di mancanegara seperti di Swedia, Jerman, Belanda, dan Perancis. Penelitian &#13;
ini menggunakan pendekatan konstruktivisme dengan teori interaksi simbolik. Sumber data &#13;
adalah 13 (tigabelas) pelarian politik yang berada di berbagai negara di Eropa, &#13;
&#13;
Dari penelitian menunjukkan para pelarian politik tragedi 1965 tidak bisa kembali ke tanah air &#13;
selain mengalami pencabutan paspor yang lebih dikategorikan sebagai alasan ideologis, juga &#13;
lebih disebabkan karena permasalahan pragmatis dan psikologis. Pelarian politik yang &#13;
dilatarbelakangi persoalan ekonomis dengan mencari kehidupan yang lebih baik, dikategorikan &#13;
sebagai alasan pragmatis. Sedangkan pelarian politik yang dilandasi rasa trauma terhadap &#13;
penangkapan dan penahanan tanpa proses hukum, pembantaian massal, perampasan hak milik, &#13;
perkosaan, dan lain-lain yang terjadi di tanah air dimasukkan dalam aspek psikologis. Proses &#13;
akulturasi yang dialami para pelarian politik tragedi 1965 di negara-negara pilihannya, tidak &#13;
terlepas dari konsep diri dari individu sebagai orang Indonesia yang melekat ke identitas etniknya &#13;
dan konsep diri ketika berada di dalam komunitas negara asing yang menjadi identitas barunya &#13;
melalui proses negosiasi identitas yang dilandasi pula oleh motivasi individu. Transformasi &#13;
Identitas yang dilakukan para pelarian politik bisa berlangsung secara terbuka dan tersembunyi. &#13;
Para pelarian politik hams memiliki identitas baru dengan proses dan konsekuensi yang hams &#13;
diterimanya. Identitas baruini dinyatakan secara terbuka karena identitas inilah yang menjadi &#13;
pegangan para eksil untuk tetap menunjukkan eksistensi dirinya. Namun di si si lain para eksil &#13;
dihadapkan pada identitas silent yang mau tidak mau telah melekat dalam dirinya sebagai &#13;
seorang yang pemah menjadi bagian dari Negara Indonesia. Identitas ini disembunyikannya agar &#13;
tetap dalam kondisi aman dari ancaman yang akan menghambat keberlangsungan hidupnya di &#13;
po si si identitas baru. Pola komunikasi terjadi melalui dua ragam baik secara intra etnik maupun &#13;
antar etnik. Pada saat berkomunikasi dengan intra etnik penggunaann bahasa ibu menjadi &#13;
dominan, sedangkan ketika berkomunikasi inter etnik bahasa asing di tempat mereka tinggal &#13;
menjadi bagian dari proses komunikasi. Pola penggunaan bahasa asing ini unik karena &#13;
penanaman dan penggunaannya berlandaskan 'pada indoktrinasi, kesadaran dan al ami ah. &#13;
Sedangkan terbentuknya identifikasi pola komunikasi antar budaya baru dari para pelarian politik &#13;
di negara-negara pilihan dilakukan melalui bentukkomunikasi yang beragam baik intra etnik &#13;
maupun antar etnik yakni bentuk komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan &#13;
komunikasi massa. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Junaedi, Ari</note>
 <subject authority="">
  <topic>Transformasi.Identitas dan Pola Komunikasi Para Pe</topic>
 </subject>
 <classification>305.906 91 Jun t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.906 91 Jun t/R.17.180</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100156</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.180)</sublocation>
    <shelfLocator>305.906 91 Jun t/R.17.180</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14618</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-01 10:02:06</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>