Detail Cantuman

Image of Perubahan Dalam Sistem Perladangan Ke Pesrawahan Dan Perkebunan Orang Serawai Di Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu

 

Perubahan Dalam Sistem Perladangan Ke Pesrawahan Dan Perkebunan Orang Serawai Di Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu


Penelitian ini bennaksud untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi dalam
sistem perladangan berpindah orang Serawai yang dapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100225304.275 981 7 Cha p/R.17.177Perpustakaan Pusat (REF.17.177)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    304.275 981 7 Cha p/R.17.177
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;266 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    304.275 981 7 Cha p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bennaksud untuk memahami berbagai perubahan yang terjadi dalam
    sistem perladangan berpindah orang Serawai yang dapat memengaruhi perubahan
    struktur dan suprastruktur masyarakat, Penelitian berdasarkan pada pendekatan
    yang menyeluruh tentang kaitan antara perubahan tata guna lahan yang
    membawa perubahan sistem perladangan dan implikasinya terhadap perubahan
    dalam struktur dan suprastruktur masyarakat. Metode penelitian yang digunakan
    adalah deskriptif. Sasaran pemnelitiannya adalah masyarakat Serawai yang
    tinggal di Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan
    melalui teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa Orang Serawai di Kecamatan Seluma Utara
    melakukan beberapa perubahan dalam mengolah lahan pertaniannya, Semula,
    kegiatan bercocok tanam dilakukan di ladang dengan sistem perladangan
    berpindah. Sekarang, kegiatan bercocok tanam tidak hanya dilakukan di ladang,
    tetapi juga di sawah dan di kebun. Perubahan ini diakibatkan oleh perubahan tata
    guna lahan sebagai akibat pertumbuhan penduduk:, dan adanya lahan yang
    digunakan untuk hutan lindung, transmigrasi, pertambangan, perkebunan besar
    swasta, perkebunan rakyat, dan sawah. Selain itu, akses transportasi dan
    komunikasi yang semakin terbuka menjadi penyebab lain terjadinya perubahan.
    Perubahan infrastruktur produksi yang sedang terjadi membawa implikasi
    terhadap perubahan struktur, yaitu : perubahan organisasi ekonomi, perubahan
    kehidupan sehari-hari, perubahan Iingkaran hidup, perkawinan, dan sistem
    kekerabatan serta perubahan suprastruktur, yaitu : perubahan budaya uang dan
    pemenuhan kebutuhan hidup, perubahan sistem hubungan kerja, perubahan
    kepercayaan tentang pergaulan, pembuatan rumah, ladang, dan padi,
    perubahan peranan ketua adat, sistem kepercayaan dan agama serta kesenian.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi