Detail Cantuman

Image of Peran pemerintah dalam penyelesaian konplik sosial antara kelompok masyarakat etnik mandar dengan etnik toraja di Kab. Mamasa

 

Peran pemerintah dalam penyelesaian konplik sosial antara kelompok masyarakat etnik mandar dengan etnik toraja di Kab. Mamasa


Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang
peran pemerintah dan penyebab terjadinya kontlik sosial dalam kebijakan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100031303.695 984 Ali p/R.17.176Perpustakaan Pusat (REF.17.176)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    303.695 984 Ali p/R.17.176
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;390 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    303.695 984 Ali p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang
    peran pemerintah dan penyebab terjadinya kontlik sosial dalam kebijakan
    pemekaran Kabupaten Mamasa yang mempolarisasikan kelompok etnik Mandar
    dengan kelompok masyarakat etnik Toraja di Kabupaten Mamasa.

    Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah belum berfungsinya peran
    pemerintah (inkonsisten dan tidak netral) menyelesaikan bib it kontlikm laten atas
    perbeaan identitas agama, etnik, budaya, tingkat ekonomi dan kepentingan politik
    praktis antara kedua belah pihak, termasuk pengingkaran kesepakatan awal
    perjanjian Matakali, rekomendasi DPRD Kabupaten Polewali Mamasa dan
    rekornendasi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang menyetujui kelompok
    masyarakat etnik Mandar tidak bergabung dengan Kabupaten Mamasa sebagai
    kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Polewali Mamasa,

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode
    deskriptif-analititik. Data dikumpulkan dari berbagai literatur, dokumen-dokumen
    historis dan penelitian lapangan melalui observasi, daftar pertanyaan dan
    wawancara mendalam.

    Upaya penyelesaian kontlik sosial yang dilaksanakan oleh _ pemerintah
    belum mencerminkan kebijakan yang sensitif kontlik, seperti dalam aspek
    perumusan kebijakan dan kompromi pemerintah belum bertindak cepat dan tegas
    mengesahkan perjanjian damai antara kedua belah pihak, masih terjadi tumpang
    tindih tugas dan pekerjaan dalam pengembangan organisasi kolektif antara
    pemerintah daerah dan pemerintah provinsi, belum efektifnya penyelenggaraan
    pendidikan bagi warga negara dalam pengembangan sumber daya manusia
    berbasis budaya lokal yang berperadaban dengan semangat solidaritas serta aspek
    penegakkan hukum dalam menindak tegas para perusuh dan provokator masih
    lamban dan terkesan pilih kasih, sehingga kontlik sosial belum bisa diselesaikan
    dengan tuntas oleh pemerintah sendiri.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi