Detail Cantuman

Image of Prilaku keorganisasian IPDN dan sikap masyarakat ( studi kasus di IPDN Jatinangot)

 

Prilaku keorganisasian IPDN dan sikap masyarakat ( studi kasus di IPDN Jatinangot)


Bermula dari keinginan untuk membina peserta didik menjadi tegap, terampil dan
trengginas, maka diberikanlah pendidikan semi militer pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100056302.35 Sya p/R.17.171Perpustakaan Pusat (REF.17.171)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.35 Sya p/R.17.171
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    229 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.35 Sya p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Bermula dari keinginan untuk membina peserta didik menjadi tegap, terampil dan
    trengginas, maka diberikanlah pendidikan semi militer pada sekolah kepamong-prajaan
    IPON yang bertempat di Jatinangor Jawa Barat. Untuk penyiksaan fisik khusus praja
    yang berhasil dibawa ke jenjang pengadilan seperti Erik Rahman, Wahyu Hidayat, dan
    Cliff Muntu atau yang tidak sampai kejenjang pengadilan karena berhasil ditutupi dengan
    perintah IPON menolak melakukan otopsi terhadap jenazah seperti Aliyan, Alfian, Gatot,
    Fakhruddin, dan Edy bahkan belum termasuk Abdur Rahman yang tidak diketahui
    dimana dimakamkan j enazahnya

    Dari identifikasi masalah tersebut, bagaimana perilaku keorganisasian IPON dan
    Sikap Masyarakat (studi kasus di IPON Jatinangor), kemudian mengapa muncul sikap
    masyarakat yang negatif terhadap perilaku keorganisasian IPON, rnaka penulis
    membahas perilaku keorganisasian IPDN dan sikap masyarakat di Kabupaten Sumedang.
    Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik observasi
    partisipasi, wawancara mendalam, wawancara bebas, dan pemanfaatan dokumen

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perilaku keorganisasian di IPON
    sudah sesuai dengan rencana visi dan misi semula, untuk mengetahui mengapa
    terciptanya perilaku keorganisasian di IPON mencerminkan kepemimpinan yang tidak
    melayani, untuk mengetahui bagaimana caranya pendidikan Pengajaran, Pelatihan dan
    Pengasuhan serta penyelenggaraan administrasi berjalan lebih bail, agar sikap
    masyarakat menerirna perilaku keorganisasian IPON

    Penyebab munculnya sikap negatif masyarakat terhadap IPON adalah karena
    sekolah kedinasan yang diharapkan masyarakat mendidik ealon pemimpin pemerintahan
    secara disiplin temyata terjadi yang sebaliknya mulai dari pemukulan, senioritas yang
    kaku, hilangnya inisiatif, dan penerimaan yang nepotisme, bahkan secara ironis terjadi
    dekadensi moral yang dimodus operandikan dengan intensitas yang tinggi

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi