Detail Cantuman

Image of Komunikasi anak jalanan di dalam lingkungan sosialnya...

 

Komunikasi anak jalanan di dalam lingkungan sosialnya...


Penelitian ini bertujuan mengkaji proses komunikasi antarpribadi dan dinamika
kelompok anak jalanan di dalain lingkungan sosialnya. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001090100001302.345 982 331 Rus/R.17.170Perpustakaan Pusat (REF.17.170)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.345 982 331 Rus/R.17.170
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;331 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.345 982 331 Rus
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan mengkaji proses komunikasi antarpribadi dan dinamika
    kelompok anak jalanan di dalain lingkungan sosialnya. Penelitian kualitatif tradisi
    fenomenologi ini menjadikan sepuluh orang anak jalanan dan lima orang kunci lainnya
    di Kota Bandung sebagai informan. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam,
    pengamatan berperanserta dan studi dokumentasi, analisis datanya dilakukan secara
    deskriptif kualitatif.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, anak jalanan sebagai aktor
    kehidupan mengkonstruksi komunikasi antarpribadi yang dilakukannya mengenai
    keterbukaan komunikasi, bagi anak jalanan yang masih sekolah mengkonstruksi
    keterbukaan komunikasi ini secara terbuka. Keterbukaan komunikasi ini membantu
    dirinya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolahnya bersama-sama
    temannya. Bagi anak jalanan yang putus sekolah mengkonstruksi keterbukaan
    komunikasi secara tertutup. Berbicara secara jujur bagi mereka sama saja dengan
    membuka aib sendiri. Dukungan komunikasi, bagi anak jalanan yang masih sekolah
    mengkonstruksi dukungan komunikasi dari orangtua, guru dan teman-temannya
    merupakan kedekatan perasaan pribadinya. Dukungan komunikasi ini terutama mereka
    peroleh pada saat menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Bagi anak-anak yang tidak
    sekolah lagi mengkonstruksi dukungan komunikasi dari teman-temannya di jalanan
    hanya kedekatan semu. Pada saat melakukan pembicaraan diantara mereka tidak saling
    mendengarkan secara serius dan tidak fokus atas pembicaraan yang sedang
    dilakukannya. Kedua, anak jalanan mengkonstruksi dinamika kelompok mengenai
    aturan kelompoknya, bagi anak jalanan yang masih sekolah aturan di dalam
    kelompoknya diyakininya ada walaupun tidak tertulis. Aturan kelompok terse but harus
    di taatinya. Mentaati aturan kelompok bagi mereka merupakan salah satu cara untuk
    dapat tetap mencari penghidupan di jalanan. Bagi anak jalanan yang putus sekolah
    aturan kelompok terse but mengikat. Pada saat melanggamya, sanksi fisik dan non fisik
    diterimanya dari para peman, orang dewasa lain yang ada di jalanan dan diantaranya
    dari oknum petugas. Aturan di kelompok lain bagi anak jalanan baik yang masih
    sekolah maupun yang sudah tidak sekolah lagi meyakini ada dan harus ditaati oleh
    anggota kelompoknya. Walaupun mereka tidak mengetahui aturan kelompok lain
    secara rinci. Diantara mereka belum pernah berpindah lokasi aktivitasnya. Aturan di
    masyarakat bagi anak jalanan yang masih sekolah, diyakininya ada dan harus
    mentaatinya. Mereka merasakan keberadaannya diterima warga masyarakat. Bagi anak
    jalanan yang tidak sekolah, aturan terse but tidak mengetahuinya dan mengakui dirinya
    tidak pemah melakukan kegiatan bersama warga masyarakat sekalipun di sekitar
    temp at tinggalnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi