Detail Cantuman

Image of Komunikasi budaya kalo sara dalam penyelesaian konplik pada masyarakat Tolaki di Provinsi Sulawesi tenggara

 

Komunikasi budaya kalo sara dalam penyelesaian konplik pada masyarakat Tolaki di Provinsi Sulawesi tenggara


Penelitian ini bertujuati menggambarkan proses penyelesaian konflik
masyarakat Tolaki dengan pendekatan budaya dalam perspektif komunikasi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100013302.259 845 Has k/R.17.166Perpustakaan Pusat (REF.17.166)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.259 845 Has k/R.17.166
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;383 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.259 845 Has k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuati menggambarkan proses penyelesaian konflik
    masyarakat Tolaki dengan pendekatan budaya dalam perspektif komunikasi
    budaya. Dengan melihat peran bahasa dalam proses komunikasi dalam budaya
    yang sama, maka penelitian ini menggunakan paradigma interpret if. Metode yang
    digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi komunikasi.
    Awalnya pendekatan ini berasal dari bidang Antropologi yakni etnografi
    (penggambaran budaya secara menyeluruh), namun berdasarkan perkembangan
    etnografi dapat digunakan untuk melihat fenomena komunikasi yang terjadi dalam
    konteks budaya. Hymmes menyebutnya dengan etnografi komunikasi sekaligus
    memperkenalkannya sejak tahun 1962.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tolaki dalam
    menyelesaikan konflik dengan pendekatan budaya atau hukum non formal (non
    litigasi) memiliki pola komunikasi yang dilakukan secara teratur sesuai dengan
    ketentuan adat Tolaki. Pola komunikasi terbagi 2 (dua) yakni pola komunikasi
    yang tak terlihat (intangible) dan pola komunikasi yang terlihat (tangible), pola
    komunikasi Suku Tolaki yang tidak terlihat melalui ritual adat dan seni (cerita
    rakyat, prosa, tarian) sedangkan pola komunikasi yang terlihat Suku Tolaki
    melalui tahapan; Pesoro Mbondu (medias i), Mbetulurab (dialog), Metawari
    (negosiasi), Mendeporombu (musyawarah), Mbeo kotukombo (kekeluargaan).

    Simbol yang digunakan dalam proses penyelesaian konflik merupakan
    bentuk komunikasi Suku Tolaki baik dengan Sang Penguasa bumi dan langit
    (TuhanlDewa) maupun sesama Suku Tolaki, simbol yang digunakan adalah : Kalo
    Sara (rotan berpilin tiga), Tawa bite (daun siri), Owule (kapur siri), Wua Inea
    (buah pinang), Wata pundi (batang pisang), Oduku (nyiru), Iwoi (air), Taawu
    (parang adat), Opiso (pisau), Kuruba (yang menjadi kurban, yakni ayam atau
    telur), Okasa (kain kaci), Kiniku (kerbau), dan Osere (cerek). Simbol-simbol
    tersebut memiliki makna komunikasi yang disepakati secara bersama dan
    dipercaya mampu menyelesaikan konflik suku Tolaki, dimana simbol-simbol
    tersebut Suku Tolaki telah menggunakannya dari generasi ke generasi.
    Pemaknaan terhadap nilai-nilai budaya saat ini sangalah keberagaman tersebut
    disebabkan oleh faktor pendidikan, . pengalaman hidup, lingkungan, serta
    ketaatan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi