Transformasi identitas aktivitas gerakan tarbiah setelah menjadi aktivis gerakan politik...
Disertasi dengan judul Transformasi Identitas Aktivis Gerakan Tarbiah
setelah Menjadi Aktivis Gerakan Politik, bermaksud untuk rnengkaji ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001090100021 302.259 82 Ami t/R.17.160 Perpustakaan Pusat (REF.17.160) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.259 82 Ami t/R.17.160Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2009 Deskripsi Fisik xix,;470 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.259 82 Ami tTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Amirudin, Aam -
Disertasi dengan judul Transformasi Identitas Aktivis Gerakan Tarbiah
setelah Menjadi Aktivis Gerakan Politik, bermaksud untuk rnengkaji proses dan
arah transformasi identitas serta konstruksi kornunikasi aktivis gearakan Tarbiah
yang rnenjadi aktivis gerakan politik (rnenjadi politikus). Metode penelitian yang
digunakan adalah Kualitatif. Penelitian kualitatif bertradisi fenornenologi ini
rnenjadikan ernpat belas aktivis gerakan Tarbiah yang rnenjadi politikus di
wilayah Jawa Barat sebagai infonnan. Data diperoleh dengan wawancara
mendalarn, pengarnatan berperanserta dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis
data dilakukan secara deskriptif kualitatif
Hasil penelitian mengungkapkan: Aktivis gerakan Tarbiah yang masuk
dalarn gerakan politik telah rnengalami transformasi identitas secara progresif
yang berlangsung melewati ernpat tahapan; terbuka fikiran, sernakin bergairah
rnemperjuangkan nilai-nilai kebenaran, tumbuh kesadaran ideologis dan rnenjadi
agen perubahan. Dalarn konteks kornunikasi dengan diri sendiri, posisi sebagai
politikus. rnembawa pada kontemplasi positif melalui kontemplasi ruhiyyah,
kontemplasi fikriah dan konternplasi arnaliah. Dalam konteks komunikasi dengan
non aktivis juga mengalarni perubahan ke arah yang positif yang ditandai dengan
simbol verbal lebih cair dan pendekatan dalarn penyelesaian masalah menjadi
lebih realistis. Komunikasi dengan Tuhan pun mengalami progresivitas, posisi
sebagai politikus dimaknai secara transndental yaitu tumbuhnya kesadaran bahwa
jabatan politikus itu sebagai takdir, arnanah dan ujian. Aktivis Tarbiah yang
menjadi aktivis politik dalarn pengelolaan kesan untuk rnembangun citra diri
positif di mata mitra kornunikasinya melakukan dua strategi pengelolaan kesan;
Pertarna, pengelolaan kesan dengan cara penggunaan dan penanggalan personal
front. Kedua, menggunakan tirn (bekerjasarna dengan orang lain) dalarn
melakukan pengelolaan kesan. Dua strategi pengelolaan kesan tersebut
dilakukan di depan non akti vis yang bukan komunitasnya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






