Detail Cantuman

Image of Komunkasi politik calon kepala daerah pada pemilihan langsung (studi kasus pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa barat th. 2008)

 

Komunkasi politik calon kepala daerah pada pemilihan langsung (studi kasus pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa barat th. 2008)


Penelitian ini 'beranjak dari munculnya perubahan peraturan perundang-undangan
tentang pemilihan kepala daerah, dari pemilihan secara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100242302.23 Hki k/R.17.153Perpustakaan Pusat (REF.17.153)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.23 Hki k/R.17.153
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii,;436 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.23 Hki k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini 'beranjak dari munculnya perubahan peraturan perundang-undangan
    tentang pemilihan kepala daerah, dari pemilihan secara perwakilan oleh DPRD dengan
    pemilihan secara langsung oleh rakyat daerah. Selain terjadi perubahan sistem politik,
    perubahan cara pemilihan kepala daerah pun telah mengubah komunikasi politik yang
    dilakukan oleh calon kepala daerah.·

    Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji komunikasi politik calon kepala
    daerah pada pemilihan secara langsung dengan studi kasus pada pemilihan Gubemur dan
    Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008. Disertasi ini menggunakan metode kualitatif;
    pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melakukan observasi, wawancara
    mendalam, dan pengumpulan dokumen. Teknik analisis data menggunakan deskriptif­
    kualitatif dengan perspestif interaksi simbolik dan dramaturgis. Masalah pokok penelitian:
    komunikasi politik calon kepala daerah pada Pemilihan Secara Langsung: Studi Kasus
    Pemilihan Gubernur-Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008.

    Hasil penelitian menunjukkan ketiga pasangan calon kepala daerah dalam pemilihan
    Gubemur dan Wakil Gubemur Jawa Barat 2008 menggunakan enam bentuk komunikasi
    politik, yakni: retorika, propaganda, public relation, kampanye politik, lobi politik, dan
    melalui media massa. Agitasi politik tidak digunakan dalam pemilihan Gubemur-Wakil
    Gubemur Jawa Barat karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat Jawa Barat; Kesundaan.

    Keenam bentuk komunikasi politik tersebut dikelola oleh para calon kepala daerah
    dalam bentuk pesan pesan non-verbal dan pesan verbal dan dengan cara 1) berperan sebagai
    aktor politik yang taat pada skenario politik; 2) memanfaatkan potensi calon kepala daerah,
    baik potensi personal maupun potensi struktural dalam partai politik atau organisasi
    kemasyarakatan sebagai jembatan komunikasi politik dengan rakyat pemilih; 3) meng­
    eksplor makna pelabelan dalam bentuk akronim terhadap penamaan pasangan calon yang
    diasumsikan menumbuhkan kesan positif pada rakyat pemilih; dan 4) menggunakan media
    massa sebagaijembatan penyampaian pesan politik kepada rakyat pemilih.

    Hasil penelitian ini membuktikan sepuluh keunggulan pasangan Ahmad Heryawan­
    Dede Yusuf sehingga dapat meraih suara terbanyak dalam pemilihan Gubemur dan Wakil
    Gubemur Jawa Barat Tahun 2008. Kesepuluh keunggulan itu yakni: 1) Karakter pesan yang
    disampaikan lebih plural; 2) Mendapat dukungan partai politik yang solid, militan, dan
    hampir tanpa konflik; 3) Kampanye politik banyak menampilkan Dede Yusuf sebagai public
    figure yang popular; 4) Berani menampilkan pesan yang berbeda; 5) Memancarkan pesan
    berlatar belakang sipil; 6) Mengemas pesan sebagai sosok calon yang baru (tidak
    berpengalaman) dan menjanjikan perubahan; 7) Penyampaian pesan lebih memperhatikan
    keinginan rakyat; 8) Pesan kampanye lebih menonjolkan nuansa-nuansa lokal; 9) Iklan
    politik banyak menggunakan media lokal; 10) Memancarkan pesan bukan birokrat yang
    bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

    Para calon Gubemur-Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008 telah melahirkan model
    komunikasi politik santun, yakni komunikasi politik yang berbasis budaya lokal; budaya
    masyarakat Jawa Barat yang someah hade lea semah, santun, tidak ngotot, dan
    mengutamakan kebersamaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi