<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14596">
 <titleInfo>
  <title>Komunkasi politik calon kepala daerah pada pemilihan langsung (studi kasus pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur jawa barat th. 2008)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hkikmat, Mahi M.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;436 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini 'beranjak dari munculnya perubahan peraturan perundang-undangan &#13;
tentang pemilihan kepala daerah, dari pemilihan secara perwakilan oleh DPRD dengan &#13;
pemilihan secara langsung oleh rakyat daerah. Selain terjadi perubahan sistem politik, &#13;
perubahan cara pemilihan kepala daerah pun telah mengubah komunikasi politik yang &#13;
dilakukan oleh calon kepala daerah.· &#13;
&#13;
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji komunikasi politik calon kepala &#13;
daerah pada pemilihan secara langsung dengan studi kasus pada pemilihan Gubemur dan &#13;
Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008. Disertasi ini menggunakan metode kualitatif; &#13;
pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melakukan observasi, wawancara &#13;
mendalam, dan pengumpulan dokumen. Teknik analisis data menggunakan deskriptif­ &#13;
kualitatif dengan perspestif interaksi simbolik dan dramaturgis. Masalah pokok penelitian: &#13;
komunikasi politik calon kepala daerah pada Pemilihan Secara Langsung: Studi Kasus &#13;
Pemilihan Gubernur-Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan ketiga pasangan calon kepala daerah dalam pemilihan &#13;
Gubemur dan Wakil Gubemur Jawa Barat 2008 menggunakan enam bentuk komunikasi &#13;
politik, yakni: retorika, propaganda, public relation, kampanye politik, lobi politik, dan &#13;
melalui media massa. Agitasi politik tidak digunakan dalam pemilihan Gubemur-Wakil &#13;
Gubemur Jawa Barat karena tidak sesuai dengan budaya masyarakat Jawa Barat; Kesundaan. &#13;
&#13;
Keenam bentuk komunikasi politik tersebut dikelola oleh para calon kepala daerah &#13;
dalam bentuk pesan pesan non-verbal dan pesan verbal dan dengan cara 1) berperan sebagai &#13;
aktor politik yang taat pada skenario politik; 2) memanfaatkan potensi calon kepala daerah, &#13;
baik potensi personal maupun potensi struktural dalam partai politik atau organisasi &#13;
kemasyarakatan sebagai jembatan komunikasi politik dengan rakyat pemilih; 3) meng­ &#13;
eksplor makna pelabelan dalam bentuk akronim terhadap penamaan pasangan calon yang &#13;
diasumsikan menumbuhkan kesan positif pada rakyat pemilih; dan 4) menggunakan media &#13;
massa sebagaijembatan penyampaian pesan politik kepada rakyat pemilih. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini membuktikan sepuluh keunggulan pasangan Ahmad Heryawan­ &#13;
Dede Yusuf sehingga dapat meraih suara terbanyak dalam pemilihan Gubemur dan Wakil &#13;
Gubemur Jawa Barat Tahun 2008. Kesepuluh keunggulan itu yakni: 1) Karakter pesan yang &#13;
disampaikan lebih plural; 2) Mendapat dukungan partai politik yang solid, militan, dan &#13;
hampir tanpa konflik; 3) Kampanye politik banyak menampilkan Dede Yusuf sebagai public &#13;
figure yang popular; 4) Berani menampilkan pesan yang berbeda; 5) Memancarkan pesan &#13;
berlatar belakang sipil; 6) Mengemas pesan sebagai sosok calon yang baru (tidak &#13;
berpengalaman) dan menjanjikan perubahan; 7) Penyampaian pesan lebih memperhatikan &#13;
keinginan rakyat; 8) Pesan kampanye lebih menonjolkan nuansa-nuansa lokal; 9) Iklan &#13;
politik banyak menggunakan media lokal; 10) Memancarkan pesan bukan birokrat yang &#13;
bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). &#13;
&#13;
Para calon Gubemur-Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun 2008 telah melahirkan model &#13;
komunikasi politik santun, yakni komunikasi politik yang berbasis budaya lokal; budaya &#13;
masyarakat Jawa Barat yang someah hade lea semah, santun, tidak ngotot, dan &#13;
mengutamakan kebersamaan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Hkikmat, Mahi M.</note>
 <subject authority="">
  <topic>Para calon Gubemur-Wakil Gubemur Jawa Barat Tahun </topic>
 </subject>
 <classification>302.23 Hki k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.23 Hki k/R.17.153</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001100100242</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.153)</sublocation>
    <shelfLocator>302.23 Hki k/R.17.153</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14596</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-31 13:41:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>