<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14594">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi intrabudaya masyarakat melayu Riau :</title>
  <subTitle>kajian tentang pemaknaan simbol dalam revitalisasi identitas</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salam, Noor Efni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;410 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemaknaan terhadap &#13;
simbol-simbol budaya (kebusanaan, arsitektural, kuliner, kesenian, kesusastraan, &#13;
event budaya dan kewisataan), sebagai bentuk komunikasi intrabudaya dalam &#13;
revitalisasi identitas budaya Melayu di Riau. Dalam upaya pemaknaan terse but, &#13;
terdapat proses negosiasi dan konsolidasi diantara pengusung budayanya, &#13;
mengingat masyarakat di Riau memiliki beberapa puak Melayu. Negosiasi dan &#13;
konsolidasi dilakukan untuk menemukan kesatuan ide /pendapat mengenai simbol &#13;
yang paling mewakili masyarakat dan budaya Melayu, oleh karena masyarakat &#13;
Riau memiliki keragaman budaya (Melayu). Dengan demikian komunikasi &#13;
intrabudaya dilakukan agar identitas kemelayuan dapat dilestarikan, mengingat &#13;
dalam proses sejarahnya identitas budaya masyarakat Melayu di Riau pemah &#13;
pudar. Kesadaran untuk memperoleh identitas ini merupakan latar belakang utama &#13;
munculnya upaya revitalisasi. &#13;
&#13;
Penelitian ini bersifat kualitatif, didukung oleh metode studi kasus, yang &#13;
menjadikan masyarakat Melayu Riau sebagai informan. Data diperoleh dengan &#13;
. cara wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Data-data tersebut &#13;
dianalisis dengan cara deskriptif analisis. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap simbol mempunyai &#13;
komunikasi yang khas dan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kondisi ini &#13;
sesuai dengan konteks, lingkungan, dan perkembangan simbol-simbol itu sendiri. &#13;
Simbol-simbol budaya ini memiliki model yang berbeda-beda dalam &#13;
pergerakannya dalam merevitalisasi diri, sesuai dengan ciri khas masing-masing &#13;
dan cara simbol terse but bangkit dan bertahan seiring perkembangan zaman. &#13;
&#13;
Event budaya dan objek wisata sejarah religi menunjukkan model &#13;
pertahanan maksimal (murni) karena tetap mempertahankan keasliannya. Simbol &#13;
kebusanaan dan arsitektural merupakan model pertahanan minimal karena tidak &#13;
dapat mempertahankan keseluruhan dirinya kecuali unsur minimal yang adaptif, &#13;
sehingga dapat dimodifkasi. Perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor &#13;
yang paling berpengaruh dalam kondisi pemertahanan minimal ini. Kuliner &#13;
merupakan simbol yang eksis menghadapi perubahan dan perkembangan zaman &#13;
karena kemampuannya berinovasi dan mempertahankan makna fungsi-fungsi &#13;
sosialnya, oleh karena itu simbol ini dapat dianalogikan sebagai model bejana &#13;
besar konstrat tinggi. Sementara itu.. kesenian dan kesusastraan tidak dapat &#13;
bertahan sekuat pariwisata karena mudah tergeser oleh arus industri hiburan, &#13;
globalisasi, kesenian populer dan asing, dan faktor-faktor lain. Simbol ini &#13;
mungkin bertahan jika mampumengasimilasikan unsur-unsurnya dengan unsur­ &#13;
unsur lain yang lebih adaptif dan kontekstual dengan perkembangan zaman. &#13;
&#13;
Namun, keberadaan model-model tersebut tidaklah bersifat mutlak, dan &#13;
belum menjadi model ideal yang bisa bertahan seiring dengan perubahan dan &#13;
perkembangan zaman. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Salam, Noor Efni</note>
 <subject authority="">
  <topic>keberadaan model-model tersebut tidaklah bersifat </topic>
 </subject>
 <classification>302.222 3 Sal k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.222 3 Sal k/R.17.150</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100023</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.150)</sublocation>
    <shelfLocator>302.222 3 Sal k/R.17.150</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14594</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-31 10:39:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>