Detail Cantuman

Image of Eksploitasi Simbol Agama Dan Budaya Dalam Industri Televisi

 

Eksploitasi Simbol Agama Dan Budaya Dalam Industri Televisi


Televisi merupakan alat yang sangat penting untuk mengakumulasi modal.

Di antara banyak jenis program aeara televisi, sinetron adalah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001150100054302.2 Yas e/R.17.145Perpustakaan Pusat (REF.17.145)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Yas e/R.17.145
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;630 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Yas e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Televisi merupakan alat yang sangat penting untuk mengakumulasi modal.

    Di antara banyak jenis program aeara televisi, sinetron adalah salah satu program
    yang paling populer dan banyak ditonton oleh masyarakat. Oleh karena itu, tulisan
    ini berusaha untuk membongkar bentuk eksploitasi simbol agama Islam dan
    budaya Betawi dan pengaburan makna yang terjadi dalam teks; mekanisme
    produksi, distribusi dan konsumsi sinetron; dan mengungkap praktik sosiokultural
    keberadaan produksi sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) di RCTI.
    Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan kajian ekonomi politik
    komunikasi dan analisis waeana kritis dari Norman Fairc1ough. Pengumpulan data
    dilakukan dengan analisis teks, wawaneara mendalam, penelusuran dokumen dan
    kepustakaan.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol agama Islam dan budaya
    Betawi telah dieksploitasi sebagai komoditas untuk diperjualbelikan dan
    maknanya dikaburkan. Simbol tersebut dikomersialkan, melalui penggunaan kata­
    kata, kalimat atau adegan yang sensasional, provokatif dan hiperbola agar
    menghibur khalayak dan menarik pengiklan. Sinetron diproduksi dan dikonsumsi
    dalam sebuah kerangka sistem kapitalis. Pekerja sinetron dan khalayaknya telah
    dieksploitasi seeara berlebihan tanpa disadari oleh pekerja itu sendiri.

    Sinetron TBNH muneul dalam situasi masyarakat yang sangat gandrung
    pada simbol-simbol agama dan budaya Islam popular. Struktur sosial, budaya,
    ekonomi dan politik serta sejarah eukup mempertegas bentuk sistem kerja yang
    eksploitatif dalam sinetron ini. Bentuk eksploitasi agama dan budaya ini adalah
    hilir dari permasalahan yang ada di hulu yaitu yang terkait dengan regulasi
    pertelevisian, sistem politik dan perekonomian di Indonesia. Waeana Islam dan
    budaya etnis Betawi menjadi bagian dari waeana industri budaya populer yang
    akan terus diproduksi yang memuneulkan budaya populer di masyarakat yang
    disebut "budaya Islam populer". Konstruksi budaya televisi ini tidak terlepas dari
    kekuasaan konglomerasi dan pemusatan kepemilikan media yang hanya ada pada
    segelintir kelompok konglomerat media. Ini adalah akibat dari kepedulian dan
    kontrol pemerintah yang kurang dan pelaksanaan undang-undang serta penegakan
    hukum lemah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi