<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14592">
 <titleInfo>
  <title>Eksploitasi Simbol Agama Dan Budaya Dalam Industri Televisi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yasir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;630 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Televisi merupakan alat yang sangat penting untuk mengakumulasi modal. &#13;
&#13;
Di antara banyak jenis program aeara televisi, sinetron adalah salah satu program &#13;
yang paling populer dan banyak ditonton oleh masyarakat. Oleh karena itu, tulisan &#13;
ini berusaha untuk membongkar bentuk eksploitasi simbol agama Islam dan &#13;
budaya Betawi dan pengaburan makna yang terjadi dalam teks; mekanisme &#13;
produksi, distribusi dan konsumsi sinetron; dan mengungkap praktik sosiokultural &#13;
keberadaan produksi sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) di RCTI. &#13;
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan kajian ekonomi politik &#13;
komunikasi dan analisis waeana kritis dari Norman Fairc1ough. Pengumpulan data &#13;
dilakukan dengan analisis teks, wawaneara mendalam, penelusuran dokumen dan &#13;
kepustakaan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol agama Islam dan budaya &#13;
Betawi telah dieksploitasi sebagai komoditas untuk diperjualbelikan dan &#13;
maknanya dikaburkan. Simbol tersebut dikomersialkan, melalui penggunaan kata­ &#13;
kata, kalimat atau adegan yang sensasional, provokatif dan hiperbola agar &#13;
menghibur khalayak dan menarik pengiklan. Sinetron diproduksi dan dikonsumsi &#13;
dalam sebuah kerangka sistem kapitalis. Pekerja sinetron dan khalayaknya telah &#13;
dieksploitasi seeara berlebihan tanpa disadari oleh pekerja itu sendiri. &#13;
&#13;
Sinetron TBNH muneul dalam situasi masyarakat yang sangat gandrung &#13;
pada simbol-simbol agama dan budaya Islam popular. Struktur sosial, budaya, &#13;
ekonomi dan politik serta sejarah eukup mempertegas bentuk sistem kerja yang &#13;
eksploitatif dalam sinetron ini. Bentuk eksploitasi agama dan budaya ini adalah &#13;
hilir dari permasalahan yang ada di hulu yaitu yang terkait dengan regulasi &#13;
pertelevisian, sistem politik dan perekonomian di Indonesia. Waeana Islam dan &#13;
budaya etnis Betawi menjadi bagian dari waeana industri budaya populer yang &#13;
akan terus diproduksi yang memuneulkan budaya populer di masyarakat yang &#13;
disebut &quot;budaya Islam populer&quot;. Konstruksi budaya televisi ini tidak terlepas dari &#13;
kekuasaan konglomerasi dan pemusatan kepemilikan media yang hanya ada pada &#13;
segelintir kelompok konglomerat media. Ini adalah akibat dari kepedulian dan &#13;
kontrol pemerintah yang kurang dan pelaksanaan undang-undang serta penegakan &#13;
hukum lemah.</note>
 <note type="statement of responsibility">Yasir</note>
 <subject authority="">
  <topic>ekonomi politik komunikasi, televisi, eksploitasi,</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Yas e</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Yas e/R.17.145</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001150100054</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.145)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Yas e/R.17.145</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14592</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-31 10:12:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>