Detail Cantuman

Image of Pola komunikasi pasangan suami istri dalam perkawinan beda agama

 

Pola komunikasi pasangan suami istri dalam perkawinan beda agama


Perkawinan Beda Agama Islam-Katolik di Indonesia adalah sebuah keniscayaan
realitas yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya di masyarakat. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100109302.2 Wid p/R.17.141Perpustakaan Pusat (REF.17.141)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Wid p/R.17.141
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi,;345 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Wid p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perkawinan Beda Agama Islam-Katolik di Indonesia adalah sebuah keniscayaan
    realitas yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya di masyarakat. meski
    dipahami sebagai sebuah ketidaklaziman. Tafsir utama masing-masing agama,
    aturan perundang-undangan dan potensi konflik laten horizontal di masyarakat
    dalam memberikan penilaian atas perkawinan tersebut membuat perkawinan ini
    senyatanya dimarginalisasikan dalam kehidupan di masyarakat. Namun
    menariknya, perkawinan tersebut senantiasa ada dan menjadi salah satu pilihan
    berkehidupan bagi para pasangan yang in gin membangun mahligai keluarga.
    Studi ini berusaha untuk untuk mengeksplorasi pola komunikasi para pasangan
    yang terikat dalam perkawinan beda agama. Dengan pendekatan fenomenologi
    sosial, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam untuk mengelaborasi
    penghayatan atas sepuluh orang informan etnis Jawa, khususnya berkait dengan
    motif untuk terikat dalam perkawinan dan pengalaman komunikasi mereka secara
    otentik dalam proses adaptasi satu sama lain di dalam ikatan perkawinan. Hasil
    penelitian menunjukkan, terdapat dua motif atau account pelaku perkawinan beda
    agama, yakni motif permakluman dan motif pembenaran. Motif permakluman
    adalah motif yang dilandasi cinta dengan memahami bahwa akan ban yak orang
    yang sulit memahami realitas tersebut. Sedangkan motif pembenaran adalah motif
    yang dilandasi cinta dan meyakini bahwa tidak ada yang berbeda dari dari
    pilihannya di mana semua pelaku perkawinan bed a agama memiliki afiliasi
    religius yang tidak terlalu taat danlatau memiliki tafsiran teologis yang pluralis
    dan disertai dengan resistensi minimal dari significant other. ,Penelitian juga
    mengungkapkan bahwa pengalaman berkomunikasi adalah pengalaman
    intersubjektif yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan konflik dan pengambilan
    keputusan untuk mencapai kesepahaman pasangan atas tema-tema tertentu yang
    berdekatan dengan isu-isu religiusitas dalam kehidupan perkawinan, seperti
    keputusan tata cara perkawinan, simbol-simbol keagamaan di rumah, pendidikan
    agama bagi anak, peribadatan dan perayaan hari keagamaan dan
    mengkomunikasikan identitas keluarga di masyarakat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi