Detail Cantuman

Image of Ekonomi-Politik Media Lokal Dalam Industri Penyiaran Televisi (studi kritis ekonomi-politik terhadap televisi lokal berjaringan di Bandung Jawa Barat)

 

Ekonomi-Politik Media Lokal Dalam Industri Penyiaran Televisi (studi kritis ekonomi-politik terhadap televisi lokal berjaringan di Bandung Jawa Barat)


ABSTRAK
EKONOMI-POLITIK MEDIA LOKAL
DALAM INDUSTRI PENYIARAN TELEVISI

( Studi Kriti; Ekonomi-Politik Media Terhadap ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100163302.2 Wah e/R.17.138Perpustakaan Pusat (REF.17.138)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Wah e/R.17.138
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;473 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Wah e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    EKONOMI-POLITIK MEDIA LOKAL
    DALAM INDUSTRI PENYIARAN TELEVISI

    ( Studi Kriti; Ekonomi-Politik Media Terhadap Televisi Lokal Berjaringan

    . di Bandung Jawa Barat)

    Pertumbuhan televisi lokal di Bandung Jawa Barat sangat tinggi, sehingga
    mengundang para pemilik modal industri bisnis media untuk me1akukan ekspansi. Jawa Barat
    merupakan daerah tertinggi perturnbuhan penyelenggaraan penyiarannya dise1uruh daerah di
    Indonesia. Ratusan stasiun te1evisi lokal barn di Jawa Barat menunggu Izin Penye1enggaraan
    Penyiaran (IPP), terdapat 129 te1evisi lokal yang mengajukan IPP kepada KPI dan
    pemerintah. Awalnya te1evisi lokal diharapkan menjadi saluran altematif atas dominannya
    suguhan acara yang hanya mengusung libido konsumerisme, hedonisme, dan pragrnatisme
    yang dihadirkan te1evisi nasional. Sayangnya, te1evisi lokal tidak berbeda dengan televisi
    nasional hanya sebagai televisi komersial. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa te1evisi
    lokal di Bandung, yaitu Bandung TV, STV dan PJTV, kemudian untuk mengungkap
    permasalahan lebih besar mengenai konglomerasi media penyiaran di Indonesia.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kritis ekonomi-politik media
    komunikasi, dari Vincent Mosco untuk mengungkap dan menemukan adanya komodifikasi
    media (content, pekerja, dan khalayak), dan konglomerasi media. Sehingga, tujuan penelitian
    ini untuk mengidentifikasi: 1) Menemukan adanya industrialsiasi penyiaran. 2) Menernukan
    adanya komodifikasi media dari sisi program, pekerja media dan khalayak media. 3)
    Menemukan terjadinya konglomerasi media penyiaran te1evisi lokal di Bandung Jawa Barat.

    Hasil pene1itian ini menunjukkan : a) Terjadinya komodifikasi media te1evisi : 1)
    Komodifikasi Isi Program Siaran dalam Televisi Lokal di Bandung Jawa Barat : a.
    komodifikasi program-program lokal : komodifikasi program budaya, komodifikasi program
    agama, dan komodifikasi program entertainment, b. komodifikasi visual pada program
    televisi program,' teiutama pada program-program acara berita (news), c. Komodifikasi
    entertainment dalam program te1evisi d. Komodifikasi news dalam program te1evisi, dengan
    menunjukkan banyaknya kasus kriminalitas, seksualitas dan vulgar. 2) Komodifikasi pekerja
    media, dengan menjadikan profesionalisme sebagai nilai jual komersial. 3) Komodifikasi
    khalayak te1evisi, menjadikannya komoditas yang dipertukarkan dnegan rating dan iklan. B)
    Terjadinya konglomerasi media penyiaran te1evisi lokal, dimulai dari sumber dan akar
    fundarnen regulasi penyiaran yang temyata masih membuka celah dan peluang praktek
    konglomerasi, dan mengabaikan publik.

    Strukturasi, Komodifikasi, dan konglomerasi media penyiaran, merupakan
    pembuktian kuatnya kepentingan ekonomi-politik media dan ideologi kapitalisme media
    penyiaran di Indonesia. Pemikiran-pemikiran kritis terhadap perrnasalahan itu, perlu untuk
    terus digulirkan supaya ideologi, sistem dan realitas media penyiaran bisa menyeimbangkan
    dengan pemihakan terhadap pemberdayaan dan kepentingan publik (public good).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi