<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14587">
 <titleInfo>
  <title>Ekonomi-Politik Media Lokal Dalam Industri Penyiaran Televisi (studi kritis ekonomi-politik terhadap televisi lokal berjaringan di Bandung Jawa Barat)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wahyudin, Aep</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;473 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
EKONOMI-POLITIK MEDIA LOKAL &#13;
DALAM INDUSTRI PENYIARAN TELEVISI &#13;
&#13;
( Studi Kriti; Ekonomi-Politik Media Terhadap Televisi Lokal Berjaringan &#13;
&#13;
. di Bandung Jawa Barat) &#13;
&#13;
Pertumbuhan televisi lokal di Bandung Jawa Barat sangat tinggi, sehingga &#13;
mengundang para pemilik modal industri bisnis media untuk me1akukan ekspansi. Jawa Barat &#13;
merupakan daerah tertinggi perturnbuhan penyelenggaraan penyiarannya dise1uruh daerah di &#13;
Indonesia. Ratusan stasiun te1evisi lokal barn di Jawa Barat menunggu Izin Penye1enggaraan &#13;
Penyiaran (IPP), terdapat 129 te1evisi lokal yang mengajukan IPP kepada KPI dan &#13;
pemerintah. Awalnya te1evisi lokal diharapkan menjadi saluran altematif atas dominannya &#13;
suguhan acara yang hanya mengusung libido konsumerisme, hedonisme, dan pragrnatisme &#13;
yang dihadirkan te1evisi nasional. Sayangnya, te1evisi lokal tidak berbeda dengan televisi &#13;
nasional hanya sebagai televisi komersial. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa te1evisi &#13;
lokal di Bandung, yaitu Bandung TV, STV dan PJTV, kemudian untuk mengungkap &#13;
permasalahan lebih besar mengenai konglomerasi media penyiaran di Indonesia. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kritis ekonomi-politik media &#13;
komunikasi, dari Vincent Mosco untuk mengungkap dan menemukan adanya komodifikasi &#13;
media (content, pekerja, dan khalayak), dan konglomerasi media. Sehingga, tujuan penelitian &#13;
ini untuk mengidentifikasi: 1) Menemukan adanya industrialsiasi penyiaran. 2) Menernukan &#13;
adanya komodifikasi media dari sisi program, pekerja media dan khalayak media. 3) &#13;
Menemukan terjadinya konglomerasi media penyiaran te1evisi lokal di Bandung Jawa Barat. &#13;
&#13;
Hasil pene1itian ini menunjukkan : a) Terjadinya komodifikasi media te1evisi : 1) &#13;
Komodifikasi Isi Program Siaran dalam Televisi Lokal di Bandung Jawa Barat : a. &#13;
komodifikasi program-program lokal : komodifikasi program budaya, komodifikasi program &#13;
agama, dan komodifikasi program entertainment, b. komodifikasi visual pada program &#13;
televisi program,' teiutama pada program-program acara berita (news), c. Komodifikasi &#13;
entertainment dalam program te1evisi d. Komodifikasi news dalam program te1evisi, dengan &#13;
menunjukkan banyaknya kasus kriminalitas, seksualitas dan vulgar. 2) Komodifikasi pekerja &#13;
media, dengan menjadikan profesionalisme sebagai nilai jual komersial. 3) Komodifikasi &#13;
khalayak te1evisi, menjadikannya komoditas yang dipertukarkan dnegan rating dan iklan. B) &#13;
Terjadinya konglomerasi media penyiaran te1evisi lokal, dimulai dari sumber dan akar &#13;
fundarnen regulasi penyiaran yang temyata masih membuka celah dan peluang praktek &#13;
konglomerasi, dan mengabaikan publik. &#13;
&#13;
Strukturasi, Komodifikasi, dan konglomerasi media penyiaran, merupakan &#13;
pembuktian kuatnya kepentingan ekonomi-politik media dan ideologi kapitalisme media &#13;
penyiaran di Indonesia. Pemikiran-pemikiran kritis terhadap perrnasalahan itu, perlu untuk &#13;
terus digulirkan supaya ideologi, sistem dan realitas media penyiaran bisa menyeimbangkan &#13;
dengan pemihakan terhadap pemberdayaan dan kepentingan publik (public good).</note>
 <note type="statement of responsibility">Wahyudin, Aep</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ekonomi-Politik, Industri Penyiaran, Regulasi Peny</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Wah e</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Wah e/R.17.138</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100163</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.138)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Wah e/R.17.138</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14587</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-31 15:08:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>