<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14583">
 <titleInfo>
  <title>Gender Dalam Komunikasi di Lingkungan Pesantren</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sumadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;510 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pesantren merupakan institusi Islam tertua di Indonesia yang telah &#13;
memberikan warna pemahaman keagamaan. Peran pesantren dalam &#13;
sejarahnya telah memberikan perubahan sosial secara signifikan. Akan &#13;
tetapi cara pandang dan sistem pengajaran yang cenderung dogmatis dan &#13;
ideologis, pesantren cenderung resistensi terhadap ide-ide modernisasi dan &#13;
pembaharuan pemikiran Islam. Salah satu wacana ide-ide modernisasi yang &#13;
ditolak di lingkungan Pesantren Miftahul Huda adalah gender. Gender &#13;
dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama. Gender dianggap budaya barat &#13;
yang tidak selaras dengan nilai-nilai Islam. Terdapat empat masalah yang &#13;
menyangkut bias gender di dalam komunikasi di lingkungan pesantren, &#13;
yaitu: (a) sumber wacana ideologi bias gender; (b) agen ideologi bias &#13;
gender; (c) komunikasi yang bias gender; (d) dan ketimpangan gender. &#13;
Untuk menjelaskan masalah tersebut digunakan pendekatan etnografi kritis &#13;
yaitu pengabungan antara etnografi dan teori kritis dengan landasan teori &#13;
ideologi (ketidaksadaran mendalam), teori perforrna komunikasi &#13;
(performance), dan teori feminis (teori gender dan muted group theory). &#13;
Temuan penelitian menunjukan terjadinya bias gender dalam komunikasi di &#13;
lingkungan Pesantren Miftahul Huda dalam perforrna ritual, perforrna &#13;
sosial, hasrat, dan perforrna politis. Dampak dari bias gender dalam &#13;
komunikasi pesantren menyebakan terjadinya ketimpangan gender yang &#13;
merugikan perempuan, di antaranya: subordinasi perempuan, stereotip &#13;
terhadap perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan ketertinggalan &#13;
perempuan dalam penguasaan tekhnologi. Oleh karena itu untuk &#13;
mewujudkan komunikasi yang bebas bias gender diperlukan kesadaran &#13;
kritis. Model kesadaran kritis dapat dibangun dengan tiga langkah &#13;
komunikasi yaitu dialog, intervensi, dan resistensi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Sumadi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pesantren merupakan institusi Islam tertua di Indo</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Sum g</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Sum g/R.17.131</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001110100216</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.131)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Sum g/R.17.131</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14583</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-27 14:03:18</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>