Komodifikasi anak dalam pentas budaya populer
ABSTRAK
KOMODIFIKASIANAK DALAM PENTAS BUDAYA
POPULER
Analisis Waeana Kritis Program Kontes Menyanyi "Idola Cilik" RCTI
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100282 302.2 Sar k/R.17.124 Perpustakaan Pusat (REF.17.124) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Sar k/R.17.124Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xix,;457 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Sar kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Sari, Yunita -
ABSTRAK
KOMODIFIKASIANAK DALAM PENTAS BUDAYA
POPULER
Analisis Waeana Kritis Program Kontes Menyanyi "Idola Cilik" RCTI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan dan komodifikasi anak pada program kontes menyanyi Idola Cilik RCTI melalui analisis teks, untuk mengetahui latar belakang produksi dan kapitalisme mewujudkan nilai guna ke nilai tukar dalam program Idola Cilik RCTI melalui analisis kognisi sosial, dan untuk mengetahui interpretasi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak dan ahli komunikasi tentang kontes menyanyi idola cilik melalui konteks sosial.
Landasan teoritis penelitian ini adalah menggunakan teori kritis, Ekonomi Politik Media khususnya melalui entri point komodifikasi, kapitalisme serta budaya populer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
perangkat analisis wacana kritis Van Dijk, yang meliputi analisis tingkat teks, kognisi sosial dan konteks sosial.
Hasil penelitian menunjukkan (I) Berdasarkan analisis teks, penampilan dan komodifikasi anak pada program Idola Cilik sesungguhnya merupakan hasil dari industri media televisi sebagai institusi bisnis (RCTI) menjadi sebuah komoditi yang diperjual belikan, dan dikontrol oleh mekanisme pasar, melalui rating program, yang pada akhirnya berorientasi pada keuntungan. (2) Berdasarkan analisis kognisi sosial, program Idola Cilik di RCTI dilatar belakangi oleh adanya kepentingan ekonomi politik media. Program Idola Cilik merupakan budaya populer yang memiliki karakter install, egosentris dan berorientasi pada pasar. Praktik kapitalisme terlihat pada industri televisi RCTI sebagai kelas kapitaJ berusaha memperlihatkan bahwa eksploitasi tidak terjadi, dengan menciptakan sejumlah ketentuan, demi pencapaian kepentingan mereka,sehingga terlihat seolah-olah bukan mereka yang melakukan komodifikasi terhadap anak-anak.(3) Berdasarkan konteks sosial, program idola cilik menghasilkan interpretasi positif, yaitu program ini dapat menjadi ajang pengembangan bakat dan meningkatkan potensi anak, salah satunya melalui 'pelatihan-pelatihan yang diberikan. Juga Interpretasi negatif, bahwa program Idola Cilik ini merupakan bentuk komodifikasi terhadap anak-anak, namun dinilai sangat memaksakan dan bersifat tidak adil karena kemenangan didasarkan pada voting sms, juga memunculkan tindak eksploitasi terhadap anak-anak, yang dinilai melanggar perlindungan hak-hak anak dan tidak memenuhi standar program siaran.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






