Detail Cantuman

Image of Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Preman Dalam Sinetron ‘Preman Pensiun’ Karya Sutradara Aris Nugraha

Disertasi/Tesis/Skripsi  

Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Preman Dalam Sinetron ‘Preman Pensiun’ Karya Sutradara Aris Nugraha


ABSTRAKHanifa Yusliha Rohmah, 210410150024, “SKRIPSI”, 2019, Analisis Semiotika John Fiske mengenai Representasi Premandalam Sinetron ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    KIF0002791.437 07 HAN aPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Layanan Karya Ilmiah)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    791.437 07 HAN a
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix, 55 hlm. : Ilus. ; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    791.437 07 HAN a
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAKHanifa Yusliha Rohmah, 210410150024, “SKRIPSI”, 2019, Analisis Semiotika John Fiske mengenai Representasi Premandalam Sinetron „Preman Pensiun‟ Karya Sutradara Aris Nugraha, pembimbing utama Dr. Dian Wardiana, M.Si., pembimbing pendamping Dr. Aceng Abdullah,M.Si.,Prodi MediaTelevisi dan Film Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.Latar belakang penelitian ini adalah, dalam sinetron Preman PensiunMakna „Preman‟ dibangun secara berbeda. Premandikenal sebagai sosok yang kriminal dan kejam, namun sinetron Preman Pensiunmengkonstruksikan premandari sisi dan karakter yang lain.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana premandirepresentasikan dalam tiga level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika yang memusatkan pehatian terhadap tanda. Menurut Fiske, semiotika adalah studi tentang pertanda , yaitu bagaimana makna dibangun dalam “teks” media.. Hasil dari penelitian ini yaitu, dalam level realitas penampilan, beberapa premandirepresentasikan dengan pakaian yang urakan, sedangkan Kang Bahar justru terlihat rapih dan casual. Sedangkan dari segi lingkungan dancara berbicara, kalimat-kalimat ancaman dari seorang preman, digambarkan dalam sinetron ini. Namun, sosok aparat penegak hukum tidak muncul sama sekali di dalam sinetron Preman Pensiun. Lalu, sama seperti kelompok lainnya, ada suatu gestureyang disepakati oleh kelompok Premandalamsinetron Preman Pensiun.Yang kedua dalam level representasi, alasan seorang preman yang ingin pensiun ditampilkan melalui dialog yang Bahar sampaikan kepada Muslihat. Dalam kode kamera, Pengambilan gambar sebatas sampai medium close up. Dilihat darisegi sound, ciri khas angklungdan sulingdalam sinetron ini sangat memorable, dan juga cerita serta pengkarakteran setiap tokoh yang kuat dan bermakna. Sedangkan dalam level ideologi, ada dua ideologiyang diangkatdalam sinetron ini , yaitu ideologi premanisme dan ideologi feminisme.Kata Kunci : Preman, Semiotika, Representasi
    ivABSTRACTHanifa Yusliha Rohmah, 210410150024, “SKRIPSI”, 2019, Analisis Semiotika John Fiske mengenai Representasi Preman dalam Sinetron „Preman Pensiun‟ Karya Sutradara Aris Nugraha, Dr. Dian Wardiana, S,M.Si., Dr. Aceng Abdullah,M.Si., Televisi dan Film Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.The background of this researchshowsthe meaning of 'Thugs' in Preman Retired Preman Pensiunis built differently. Thugs are known as criminals and cruel figures, however, Preman Retired Preman Pensiun constructs thugs in other sides and characters. The purpose of this study is to find out how thugs are represented in three levels, namely the level of reality, the level of representation, and the level of ideology.This study uses a qualitative method with a semiotic approach that focuses on signs. According to Fiske, semiotics is a study of signs which explains how meaning is built in the “text” of the media. The results of this study are, in the level of reality of the appearance, some thugs are represented with nasty clothes, while Kang Bahar actually looks neat and casual. Whereas in terms of the environment and the way of speaking, the sentences of threats from a thug are described in this Preman Pensiun. However, the figure of law enforcement officers did not appear at all in the Preman Pensiun Preman Pensiun. Then, just like the other groups, there was a gesture agreed upon by the Preman group in the Retired Preman Preman Pensiun. The second is in the level of representation, the reason a thug who wants to retire is displayedthrough dialogue that Bahar delivers to the Muslihat. In the camera code, shooting is limited to the close up medium. In terms of sound, the characteristics of angklung and flute in Preman Pensiun are very memorable, and also the stories and characteristics of each character are strong and meaningful. While at the level of ideology, there are two ideologies raised in thisPreman Pensiun, namely the ideology of thuggery and the ideology of feminism.Keywords: Thugs, Semiotics, Representation
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi