Komunikasi Sosial Mucikari Dan Pelacur (studi fenomenologi di lokalisasi Surabaya)
Komunikasi Sosial Mucikari dan Pelacur Studi Fenomenologi di
Lokalisasi Surabaya merupakan tema dari penelitian disertasi ini. Komunikasi
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001130100160 302.2 Moe k/R.17.98 Perpustakaan Pusat (REF.17.98) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Moe k/R.17.98Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xvi,;319 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Moe kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Moefad, Agoes Moh. -
Komunikasi Sosial Mucikari dan Pelacur Studi Fenomenologi di
Lokalisasi Surabaya merupakan tema dari penelitian disertasi ini. Komunikasi
sosial, merupakan kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyatukan
komponen-komponen sosial yang bervariasi dan mempunyai perilaku berbeda
beda. Komunikasi merupakan cerminan dari eksistensi kehidupan sosial
masyarakat, sehingga dalam kehidupan sosial dipastikan ada aktifitas komunikasi
supaya manusia lain sependapat, seperasaan dan selangkah dengannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan harapan
fenomena komunikasi mucikari dan pelacur di lokalisasi Surabaya dapat dipahami
sebagai pengalaman dari kesadaran diri atas aktifitas kesehariannya. Mucikari dan
pelacur secara sadar memproduk pengalaman yang kemudian pengalaman itu
dikonstruksi menjadi tindakan yang bermakna dalam kehidupan sosialnya.
Mucikari maupun pelacur memiliki tujuan yang sama, sama-sama
berorientasi materi. Namun dalam proses mencapai tujuan, melalui proses yang
berbeda-beda. Memilih aktifitas sebagai mucikari ataupun pelacur diawali dari
rangsangan dalam diri, gerak hati, kemudian menetapkan pilihan. Menjalani
aktifitas sebagai mucikari maupun pelacur oleh sebagian masyarakat dianggap
sebagai pilihan yang tidak realistik. Namun tidak demikian bagi mucikari maupun
pelacur, hal ini dianggap sebagai pilihan realistik, saat kebutuhan ekonomi
semakin meningkat, peluang kerja semakin sempit, persaingan hidup semakin
ketat, sehingga berfikir pintas menjalani aktifitas sebagai mucikari ataupun
pelacur dinilai sebuah keputusan realistik untuk mempertahankan hidup.
Temuan dalam penelitian ini terkait dengan motif menjadi mucikari
diantaranya karena faktor ajakan kawan, ekonomi dan menghindari kesulitan
kebutuhan (terpaksa), hal ini berbanding lurus dengan tindakan komunikasi yang
dilakukan sebagai ekspresi dari (konseps diri) rasa ingin disegani, ingin dinilai
sebagai manajer dan pasrah menerima realita hidup. Sedangkan motif menjadi
pelacur diantaranya karena faktor ekonomi, disorganisasi keluarga, mencari
kepuasan (hyperseks), traumatis dengan perigalaman, dijerumuskan atau
dibohongi, hal ini berbanding lurus dengan tindakan komunikasi yang dilakukan
sebagai ekspresi dari (konseps diri) sebagai pelayan tamu, mencari kepuasan,
pekerja keras. Temuan penelitian ini diharapkan mampu memberikan pamahaman
nilai-nilai komunikasi terhadap masyarakat dalam konteks sosial-kemanusiaan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






