Detail Cantuman

Image of Analisis Isi Fungsional Debat Calon Wakil Presiden 2019 : Analisis Isi Kuantitatif Dalam Perspektif Teori Fungsional oleh William L. Benoit pada Debat Calon Wakil Presiden 2019 Dengan Tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Sosial & Budaya

Skripsi  

Analisis Isi Fungsional Debat Calon Wakil Presiden 2019 : Analisis Isi Kuantitatif Dalam Perspektif Teori Fungsional oleh William L. Benoit pada Debat Calon Wakil Presiden 2019 Dengan Tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Sosial & Budaya


ABSTRAK

Brigita Tyas Ratih Kusumadewi. 210110150058. 2019. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    K1E0100324.959 8 BRI aPerpustakaan FIKOM UNPAD (Rak Layanan Karya Ilmiah)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Komunikasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    324.959 8 BRI a
    Penerbit Fikom Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 143 hlm. : Ilus. ; 30 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    324.959 8 BRI a
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK

    Brigita Tyas Ratih Kusumadewi. 210110150058. 2019. Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, tahun 2015. Penelitian ini berjudul “Analisis Isi Fungsional Debat Calon Wakil Presiden 2019”. Penelitian ini dibimbing oleh S. Kunto Adi Wibowo, S.Sos, M.Comn, Ph.D sebagai Pembimbing Utama dan Preciosa Alnashava J., S.I.Kom., M.Si sebagai Pembimbing Pendamping.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan fungsi dan topik oleh dua kandidat cawapres dalam Debat Calon Wakil Presiden tanggal 17 Maret
    2019. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Teori Fungsional oleh William L. Benoit (1999) dengan asumsi bahwa kandidat membangun preferensi melalui fungsi acclaim (pujian), attack (serangan) dan defense (pertahanan) serta membahas dua topik yaitu kebijakan dan karakter. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ujaran kandidat yaitu sebanyak 255 kalimat.
    Hasil penelitian ini adalah penggunaan fungsi acclaim (pujian), attack (serangan) dan defense (pertahanan) oleh kedua kandidat secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ma’ruf Amin lebih banyak menggunakan fungsi acclaim (pujian) dan defense (pertahanan) dibandingkan Sandiaga Uno. Penggunaan fungsi acclaim (pujian) dan attack (serangan) oleh kedua kandidat pada topik past deeds (kebijakan masa lalu) menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ma’ruf Amin lebih banyak menggunakan fungsi acclaim (pujian) dan tidak lebih banyak menggunakan fungsi attack (serangan) dibandingkan Sandiaga Uno pada topik past deeds (kebijakan masa lalu). Penggunaan fungsi acclaim (pujian) oleh kedua kandidat pada topik future plans (rencana masa depan) menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sandiaga Uno lebih banyak menggunakan fungsi acclaim (pujian) dibandingkan Ma’ruf Amin pada topik future plans (rencana masa depan) dan Ma’ruf Amin lebih banyak menggunakan fungsi attack (serangan) dibandingkan Sandiaga Uno. Penggunaan fungsi attack (serangan) oleh keduanya saat membahas topik future plans (rencana masa depan) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

    Kata kunci: debat calon wakil presiden Indonesia, teori fungsional, fungsi, topik






  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi