<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14556">
 <titleInfo>
  <title>Presentasi Diri Keluarga Anak Autis (Kajian Interaksi Simbolik Terhadap Komunikasi Keluarga Dalam Menghadapi Stigma Autis Di DKI Jakarta)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kusmiati, Yopi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xix,;340 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi ini berjudul Presentasi Diri Keluarga Anak Autis (Sebuah Kajian &#13;
Komunikasi Keluarga dalam Menghadapi Stigma Autis). Tujuan penelitian ini &#13;
adalah untuk mengetahui perilaku keluarga terhadap anggota keluarga mereka &#13;
yang menyandang autis, dan untuk mengetahui pengelolaan kesan dalam &#13;
komunikasi yang dilakukan oleh keluarga terhadap lingkungan rumah, lingkungan &#13;
sekolah, dan lingkungan kerja dalam menghadapi stigma terhadap anak autis. &#13;
&#13;
Penelitian yang penulis lakukan ini menggunakan paradigma kualitatif &#13;
dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan yang di jadikan subyek penelitian &#13;
adalah keluarga anak autis di seputar Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Se1atan &#13;
dan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur, yang di pilih secara purposif berdasarkan &#13;
kriteria dan kesediaan mereka untuk mengeksplorasikan pengalaman mereka &#13;
secara sadar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan atau &#13;
observasi, dan wawancara mendalam. &#13;
&#13;
Kajian literatur dalam usulan penelitian ini berupa hasil-hasil pene1itian &#13;
terdahulu yang penulis anggap relevan dengan penelitian yang penulis lakukan, &#13;
kerangka teoritik yang menunjang analisis penelitian yang akan dilakukan dan &#13;
kerangka konseptual yang berhubungan dengan isi penelitian yang akan &#13;
dilakukan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menemukan bahwa tidak semua informan dapat menerima &#13;
kenyataan bahwa mereka memiliki anak autis. Ada yang menolak dan tidak &#13;
percaya dengan keadaan yang sebenamya, tidak bisa menerima kenyataan bahwa &#13;
anaknya autis, ada yang bisa menerima kenyataan tersebut, dan ada juga yang &#13;
pada awalnya tidak bisa menerima anaknya autis namun lambat laun dapat &#13;
menerima. Terdapat beberapa cara ke1uarga memperlakukan anak autis dalam &#13;
bentuk perhatian ke1uarga terhadap anak autis. Semua keluarga anak autis sangat &#13;
memberikan perhatian yang khusus bagi anak autis. Ada yang benar-benar &#13;
memberikan perhatian yang lebih (ekstra perhatian), ada yang perhatian seadanya, &#13;
dan ada yang kurang memberikan perhatian. Cara informan menghadapi anak &#13;
autis yaitu secara teoritis, secara praktis, dan apatis. &#13;
&#13;
Pengelolaan kesan yang dilakukan informan lebih kepada pengelolaan kesan &#13;
secara komunikasi verbal, ketika bercerita tentang anak autis baik di lingkungan &#13;
rumah, lingkungan kerja dan lingkungan sekolah untuk menutupi stigma. &#13;
Pengelolaan kesan melalui bahasa verbal yang mereka gunakan baik secara &#13;
langsung ataupun tidak langsung, sehingga terlihat unik. Terdapat tiga kategori &#13;
pengelolaan kesan informan di rumah yaitu kesan informatif, kesan akademis dan &#13;
kesan &quot;cuek&quot;. Pengelolaan kesan informan di lingkungan kerja, terdapat 2 &#13;
kategori pengelolaan kesan, yaitu kesan normatif dan kesan ekslusif. Adapun &#13;
pengelolaan kesan yang dilakukan informan di lingkungan sekolah anak terdiri &#13;
dari dua kategori, yaitu kesan inte1ek dan kesan progresif. Dalam melakukan &#13;
pengelolaan kesan, informan menggunakan tiga taktik yaitu taktik of ens if, taktik &#13;
defensif, dan taktik atraktif. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Kusmiati, Yopi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Presentasi Diri, Keluarga, Autis, Pengelolaan Kesa</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Kus p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Kus p/R.17.94</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100081</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.94)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Kus p/R.17.94</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14556</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 14:09:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>