Detail Cantuman

Image of reinvensi dan implementasi atas pemaknaan televisi publik: studi kasus mengenai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik

 

reinvensi dan implementasi atas pemaknaan televisi publik: studi kasus mengenai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik


REINVENSI DAN IMPLEMENTASI
AT AS PEMAKNAAN TELEVlSI PUBLIK

(Studi Kasus Mengenai TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik)

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100078302.2 Int r/R.17.88Perpustakaan Pusat (REF.17.88)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Int r/R.17.88
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    v,;367 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Int r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • REINVENSI DAN IMPLEMENTASI
    AT AS PEMAKNAAN TELEVlSI PUBLIK

    (Studi Kasus Mengenai TVRI Sebagai Lembaga Penyiaran Publik)

    Televisi Republik Indonesia (TVRI) masih dihadapkan pada krisis identitas
    antara mewakili kepentingan publik dengan kepentingan kekuasaan karena masih
    kuatnya pengaruh kekuasaan meskipun sudah ditetapkan sebagai lembaga
    penyiaran publik sejak tahun 2002. Disertasi tentang reinvensi dan implementasi
    konsep-konsep TVRI sebagai lembaga penyiaran publik ini merupakan upaya
    penulis dalam menganalisis konstruksi TVRI sebagai produk pernndang-undangan
    serta hubungan antara lembaga negara, masyarakat dan TVRI sendiri terkait dengan
    implementasi konsep lembaga penyiaran publik.

    Teori yang digunakan untuk memahami fenomena yang diteliti adalah Teori
    Birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber dan diperkuat dengan kajian
    berdasarkan konsep ekonomi dan politik media Mosco, reinvensi dan implementasi
    Rogers, serta media dan masyarakat Croteau, yang dilihat dengan menggunakan
    paradigma konstruktivis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
    kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus dim ana penulis melihat institusi
    media sebagai orang dalam (to look at the media institution from an internal or
    media proffesional point of view).

    Disertasi ini menemukan tiga hal. Pertama, TVRI mernpakan bagian
    (organisasi elemen) dari organisasi besar yang disebut Negara, karenanya TVRI
    belum sepenuhnya terbebas dari cara pandang yang menempatkan TVRI sebagai
    televisi milik pemerintah. Pemerintah tidak benar-benar menangkap spirit lembaga
    penyiaran publik yang berintikan pada pelayanan terhadap publik. Kedua, lembaga
    penyiaran publik adalah konsep yang relatif barn di Indonesia, sehingga secara
    hukum tata negara belum dikenal dalam nomenklatur keuangan negara dan berbeda
    dengan jenis lembaga negara yang ada. Halini menyebabkan banyak hal menjadi
    tidak dapat dikategorisasikan secara formal, seperti pengaturan keuangan,
    pengaturan pegawai negeri sipil, termasuk pengaturan kebijakan penyiaran
    kepublikan, dan kelembagaan. Dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap lembaga
    penyiaran publik, DPR sering menunjukkan diri sebagai partai-partai-politik atau
    para politisi yang berpikir bagaimana memanfaatkan situasi untuk kepentingan
    partikular. Ketiga, upaya TVRI untuk melakukan reivensi diri sebagai lembaga
    penyiaran publik juga terkendala oleh banyaknya problem internal yang terjadi di
    TVRI.

    Ketiga temuan tersebut menurijukkan bahwa stigma TVRI sebagai sarana
    propaganda kekuasaan hams diubah dan TVRI harus menjadi TV publik yang
    benar-benar berfungsi mengakomodasi kepentingan masyarakat Indonesia serta
    memberdayakan mereka tnelalui pelaksanaan fungsi-fungsi pencerdasan,
    pencerahan dan pendidikan masyarakat.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi