Detail Cantuman

Image of Realitas kebijakan ujian nasional dalam konstruksi media: analisis wacana kritis terhadap pemberitaan ujian nasional di harian kompas dan media Indonesia

 

Realitas kebijakan ujian nasional dalam konstruksi media: analisis wacana kritis terhadap pemberitaan ujian nasional di harian kompas dan media Indonesia


Fokus penelitian ini adalah tentang kebijakan pendidikan nasional dalam konstruksi
media di harian Kompas dan Media Indonesia. Metode ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100047302.2 Her r/R.17.85Perpustakaan Pusat (REF.17.85)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Her r/R.17.85
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;329 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Her r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fokus penelitian ini adalah tentang kebijakan pendidikan nasional dalam konstruksi
    media di harian Kompas dan Media Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan
    analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Data penelitian dikumpulkan dengan kajian
    teks kualitatif, wawancara mendalam dan studi pustaka.

    Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Realitas pada tingkat deskripsi terdapat pengaruh
    kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi-pasar, yang mempengaruhi pengkonstruksian pemberitaan
    kebijakan UN pada tingkat interprestasi dan eksplanasi. (2) Sistem produksi berita di harian
    Kompas dan Media Indonesia dalam lingkungan kerja didominasi laki-laki dan menjadikan
    kebijakan ujian nasional sebagai komoditi berita. Pembauran dari pihak redaksi diruang redaksi
    (news room) memungkinkan intervensi kerja redaksi dalam kapasitas kepentingan bisnis media.
    Konsumen harian Kompas dan Media Indonesia mempunyai karakteristik dengan tingkat
    pendidikan yang baik, tingkat ekonomi menengah ke atas. (3) Pada tingkat Sosial Budaya, jika
    dikaitkan dengan latar belakang harian, maka konstruksi itu terkait dengan ideologi media
    masing-masing. Kompas tampaknya mencoba mengembangkan idealisme perubahan tidak
    frontal, karena wacana bagi Kompas alat mempertahankan diri secara ekonomi. Kompas
    mempunyai pikiran dan pandangan jauh ke depan dengan memelihara keberadaan diri sebagai
    pabrik gagasan dan sebagai industri media di tengah ramainya masyarakat plural dan modem.
    Kompas juga tampak sangat realistis dengan posisinya sebagai industri media. Dengan prinsip
    yang dimilikinya yaitu humanisme transendental, Kompas lebih menekankan pada substansi dari
    suatu permasalahan. Sementara harian Media Indonesia mengkonstruksikan kebijakan UN
    dengan mengusung visi idealis berbangsa, dan mempertimbangkan faktor ekonomi. Media
    Indonesia cendrungmemberi gambaran negatifterhadap pengkonstruksian kebijakan UN. Faktor
    yang dominan dalam pembentukan wacana kebijakan UN adalah kepentingan ekonomi (pasar).
    Bagi Media Indonesia berita kebijakan UN adalah komoditas yang bisa dijual peristiwanya.
    Menurut Media Indonesia berita yang menimbulkan kontroversi, maka itu yang banyak dibaca
    masyarakat. (4) Pengkonstruksian kebijakan UN, umumnya terbatas pada penyajian dari sudut
    pandang ideologi, peristiwa seputar kontroversi kebijakan UN dan pemberian label tertentu.
    Kompas dan Media Indonesia cendrung melakukan labeling tertentu terhadap UN yang
    berdampak pada citra (image). Proses labeling ini dilakukan melalui cara penyajian dan
    pemakaian simbol. Guna menciptakan citra tersebut, media melakukan permainan kata, gambar,
    [rase, dan lain sebagainya. Orientasi ideologis dapat terbaca dari teks yang sangat mendukung
    terhadap pendapat yang kontra-UN. Adanya perbedaan pandangan oleh kedua media ini dapat
    pula dikatakan bahwa adanya perbedaan ideologi dalam memberitakan tentang kebijakan UN.
    Ciri ideologinya yaitu terlihat dari harian ini menunjukkan "keberpihakan dan membenarkan"
    akan pemberitaan yang kontra terhadap kebijakan UN.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi