<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14549">
 <titleInfo>
  <title>Realitas kebijakan ujian nasional dalam konstruksi media:</title>
  <subTitle>analisis wacana kritis terhadap pemberitaan ujian nasional di harian kompas dan media Indonesia</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HERLINAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;329 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fokus penelitian ini adalah tentang kebijakan pendidikan nasional dalam konstruksi &#13;
media di harian Kompas dan Media Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan &#13;
analisis wacana kritis model Norman Fairclough. Data penelitian dikumpulkan dengan kajian &#13;
teks kualitatif, wawancara mendalam dan studi pustaka. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Realitas pada tingkat deskripsi terdapat pengaruh &#13;
kekuatan sosial, budaya, dan ekonomi-pasar, yang mempengaruhi pengkonstruksian pemberitaan &#13;
kebijakan UN pada tingkat interprestasi dan eksplanasi. (2) Sistem produksi berita di harian &#13;
Kompas dan Media Indonesia dalam lingkungan kerja didominasi laki-laki dan menjadikan &#13;
kebijakan ujian nasional sebagai komoditi berita. Pembauran dari pihak redaksi diruang redaksi &#13;
(news room) memungkinkan intervensi kerja redaksi dalam kapasitas kepentingan bisnis media. &#13;
Konsumen harian Kompas dan Media Indonesia mempunyai karakteristik dengan tingkat &#13;
pendidikan yang baik, tingkat ekonomi menengah ke atas. (3) Pada tingkat Sosial Budaya, jika &#13;
dikaitkan dengan latar belakang harian, maka konstruksi itu terkait dengan ideologi media &#13;
masing-masing. Kompas tampaknya mencoba mengembangkan idealisme perubahan tidak &#13;
frontal, karena wacana bagi Kompas alat mempertahankan diri secara ekonomi. Kompas &#13;
mempunyai pikiran dan pandangan jauh ke depan dengan memelihara keberadaan diri sebagai &#13;
pabrik gagasan dan sebagai industri media di tengah ramainya masyarakat plural dan modem. &#13;
Kompas juga tampak sangat realistis dengan posisinya sebagai industri media. Dengan prinsip &#13;
yang dimilikinya yaitu humanisme transendental, Kompas lebih menekankan pada substansi dari &#13;
suatu permasalahan. Sementara harian Media Indonesia mengkonstruksikan kebijakan UN &#13;
dengan mengusung visi idealis berbangsa, dan mempertimbangkan faktor ekonomi. Media &#13;
Indonesia cendrungmemberi gambaran negatifterhadap pengkonstruksian kebijakan UN. Faktor &#13;
yang dominan dalam pembentukan wacana kebijakan UN adalah kepentingan ekonomi (pasar). &#13;
Bagi Media Indonesia berita kebijakan UN adalah komoditas yang bisa dijual peristiwanya. &#13;
Menurut Media Indonesia berita yang menimbulkan kontroversi, maka itu yang banyak dibaca &#13;
masyarakat. (4) Pengkonstruksian kebijakan UN, umumnya terbatas pada penyajian dari sudut &#13;
pandang ideologi, peristiwa seputar kontroversi kebijakan UN dan pemberian label tertentu. &#13;
Kompas dan Media Indonesia cendrung melakukan labeling tertentu terhadap UN yang &#13;
berdampak pada citra (image). Proses labeling ini dilakukan melalui cara penyajian dan &#13;
pemakaian simbol. Guna menciptakan citra tersebut, media melakukan permainan kata, gambar, &#13;
[rase, dan lain sebagainya. Orientasi ideologis dapat terbaca dari teks yang sangat mendukung &#13;
terhadap pendapat yang kontra-UN. Adanya perbedaan pandangan oleh kedua media ini dapat &#13;
pula dikatakan bahwa adanya perbedaan ideologi dalam memberitakan tentang kebijakan UN. &#13;
Ciri ideologinya yaitu terlihat dari harian ini menunjukkan &quot;keberpihakan dan membenarkan&quot; &#13;
akan pemberitaan yang kontra terhadap kebijakan UN.</note>
 <note type="statement of responsibility">Herlinawati</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kebijakan UN, Konstruksi realitas.Analisis, Ideolo</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Her r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Her r/R.17.85</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100047</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.85)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Her r/R.17.85</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14549</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 14:55:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>