Detail Cantuman

Image of Konvergensi Simbolik Di Komunitas Virtual : studi pada ruang publik baru dalam komunikasi politik di situs jejaring sosial dan weblog interaktif era pemerintahan SBY-Boediono dalam kasus century

 

Konvergensi Simbolik Di Komunitas Virtual : studi pada ruang publik baru dalam komunikasi politik di situs jejaring sosial dan weblog interaktif era pemerintahan SBY-Boediono dalam kasus century


Disertasi ini dilatarbelakangi fenomena penggunaan media baru (new
media) yakni internet sebagai saluran kornunikasi politik yang sernakin ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100166302.2 Her k/R.17.84Perpustakaan Pusat (REF.17.84)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Her k/R.17.84
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi,;671 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Her k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini dilatarbelakangi fenomena penggunaan media baru (new
    media) yakni internet sebagai saluran kornunikasi politik yang sernakin intensif
    digunakan oleh warga (netizen). Migrasi web 1.0 ke web 2.0 telah rnelahirkan
    situasi baru dimana pengguna internet tidak hanya menjadi konsumen berita
    melainkan juga menjadi produsen gagasan di kornunitas-kornunitas virtual yang
    mereka rniliki.

    Di antara kornunitas virtual tersebut adalah weblog interaktif Kornpasiana
    dan grup facebook Forum Indonesia Sejahtera (FIS) . Salah satu isu yang kerap
    diperbincangkan di kedua kornunitas itu adalah eksistensi pernerintahan SBY­
    Boediono dalam hubungannya dengan kasus Century.

    Setidaknya ada ernpat perrnasalahan pokok dalam disertasi ini, yaitu: (a)
    konteks dinarnis ruang publik baru. (b) konvergensi simbolik para netizen, (c)
    narasi tentang kasus Century dalarn hubungannya dengan eksistensi pernerintahan
    SBY -Boediono, (d) rnanajernen privasi kornunikasi saat netizen berinteraksi soal
    kasus Century. Secara rnetodologi, penelitian ini menggunakan intrinsic case
    study yang biasanya fokus pad a orang secara individu, kelornpok atau komunitas
    khusus. Teori yang digunakan adalah: Teori Konvergensi Simbolik, Teori Naratif
    dan Teori Manajemen Privacy Kornunikasi. Teknik pengumpulan datanya
    rnenggunakan FGD. wawancara mendalarn, observasi teks dan dokurnentasi.
    Subyek penelitian dalam riset ini adalah Netizens yang rnenjadi anggota
    kornunitas Kornpasiana dan Forum Indonesia Sejahtera (FIS).

    Hasil penelitian menunjukkan, dalam konteks dinarnika ruang publik baru
    ada dua model kornunitas yakni (I) model citizen media dengan citizen journalism
    sebagai aktivitasnya, (2) model fabian society sebagai komunitas pernikir.
    Konvergensi sirnbolik di Kornpasiana dan FIS berlangsung secara intensif dan
    berjenjang mulai struktur dasar, struktur pesan, struktur dinarnis, struktur
    komunikator dan struktur evaluatif. Tipologi partisipan politiknya aktif, spectator
    dan gladiator serta kolektif. Arus komunikasi partisipan mengambil bentuk
    horisontal dan bersifat demokratis. Tujuh visi retoris yang menjadi pola
    perbincangan di Kompasiana dan FIS. Ketujuh topik itu adalah: (I) ketidakjelasan
    penegakkan hukum Century. (2) SBY -Boediono tu rut bertanggungjawab atas
    kasus Century. (3) Pemerintah SBY -Boediono sudah tidak lagi dipercaya. (4)
    Kasus Century sebagai kejahatan . (5) Kasus Century sebagai blunder politik. (6)
    Terdapat aliran dana ke partai politik. (7) Kebijakan bailout yang tidak bisa
    diadili. Manajemen privasi komunikasi berlangsung melalui informasi privat,
    batasan privat, kontrol dan kepemilikan, sistem manajemen berdasarkan aturan,
    dialektika manajemen privasi, serta koordinasi batasan dalam interaksi masing­
    masing netizen.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi