Detail Cantuman

Image of Self-Healing Sebagai Terapi Holistik Dalam Kajian Komunikasi Kesehatan Pespektif Naturalistik

 

Self-Healing Sebagai Terapi Holistik Dalam Kajian Komunikasi Kesehatan Pespektif Naturalistik


Perkembangan bidang komunikasi yang terus menemukan jati diri keilmuannya
dalam segala bidang kehidupan manusia, semakin memantapkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100321302.2 Har s/R.17.83Perpustakaan Pusat (REF.17.83)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Har s/R.17.83
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;370 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Har s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perkembangan bidang komunikasi yang terus menemukan jati diri keilmuannya
    dalam segala bidang kehidupan manusia, semakin memantapkan eksistensinya sebagai ilmu
    yang bersifat omnipresent karena nyata-nyata hadir dimana-mana, tak terkecuali dalam
    bidang kesehatan. Semesta sebagai ciptaan pada hakikatnya sudah dibekali oleh Yang Maha
    Pencipta dengan suatu mekanisme yang membuatnya bisa terus bertahan secara alamiah.
    Begitu juga manusia, yang diciptakan sebagai go long an makhluk dengan tingkatan yang
    paling tinggi karena dianugerahi dengan komposisi mind, body, spirit yang mencakup
    keseluruhan aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang menjadi satu
    kesatuan yang sangat mengagumkan dalam menentukan cara bagaimana manusia harus
    bertahan dengan cara berinteraksi dan berkomunikasi.

    Jika keseluruhan merupakan jumlah dari bagian-bagiannya, maka penjelasan
    mengenai kesehatan masyarakat harus dimulai dengan mengenal kesehatan tiap individu di
    dalamnya. Dengan kondisi mind, body dan spirit yang tidak akan ada yang persis sama tiap
    individu bahkan dalam waktu, tempat, kondisi dan situasi yang sama sekalipun, maka untuk
    mengetahui bagaimana kesehatan tiap individu menjadi sesuatu yang tidak mudah, sehingga
    menjadi menarik untuk selalu mempelajari cara mereka berkomunikasi.

    Penelitian ini in gin mengetahui lebih jauh tentang praktik self-healing beserta
    pengalaman para penggunanya, dengan menekankan pada identifikasi masalah yaitu
    bagaimana bentuk-bentuk praktik self-healing, apa motif seseorang menggunakan self­
    healing sebagai terapi holistik, bagaimana seseorang menerapkan aspek spiritual diri dalam
    proses self-healing dan bagaimana seseorang memaknai aspek spiritual diri dalam proses
    self-healing sebagai terapi holistik.

    Penelitian ini memanfaatkan paradigma fenomenologi dengan self-regulation
    theory sebagai penuntun dalam analisis dengan menggunakan 8 orang informan yang
    menggunakan teknik self-healing yang berbeda, yaitu seni pemafasan Satria Nusantara,
    Reiki, dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

    Hasil penelitian menunjukkan gambaran untuk seni pemafasan Satria Nusantara
    pada prinsipnya mengolah aliran listrik tubuh. Untuk Reiki mendasarkan diri pada
    prinsip pembenahan dan penyeimbangan energi tubuh yang memanfaatkan energi alam
    melalui potensi dan kemampuan alamiah tubuh berinteraksi dengan energi Illahi yang
    tersedia sangat berlimpah di alam semesta. Untuk SEFT lebih menekankan pada
    pembinaan aspek emosional dan spiritual seseorang yang berupa kepasrahan total kepada
    Tuhan Yang Maha Segalanya. Untuk motif pengguna self-healing sebagai terapi holistik,
    ditemukan beberapa motif yaitu sebagai media penyembuhan, pengalaman masa lalu,
    cob a-cob a, tidak mau masuk rumah sakit, kemudahan, dukungan media komunikasi, menjadi
    lebih baik. Untuk penerapan aspek spiritual diri dalam proses self-healing ditemukan
    yaitu yang berupa pengetahuan, interaksi dan komunikasi, yakin pada kemampuan tubuh.
    Pengembangan diri, kontinyuitas, menjauhi ambisi, alamiah, perlunya meditasi, imajinasi,
    pikiran yang utama, praktik mengontrol emosi. Untuk pemaknaan aspek spiritualitas diri
    dalam praktik self-healing sebagai terapi holistik, komunikasi antara makhluk dengan sang
    Khalik, menekan nafsu rendah, meningkatkan keimanan dan kepasrahan kepada Tuhan,
    holistic person, sebagai bentuk ibadah sepanjang waktu, peneguhan jiwa untuk kegiatan
    positif (peningkatan kemampuan psikis), menebar rahmat, dan ketenangan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi