<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14547">
 <titleInfo>
  <title>Self-Healing Sebagai Terapi Holistik Dalam Kajian Komunikasi Kesehatan Pespektif Naturalistik</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hadiati. S, Nikmah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;370 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan bidang komunikasi yang terus menemukan jati diri keilmuannya &#13;
dalam segala bidang kehidupan manusia, semakin memantapkan eksistensinya sebagai ilmu &#13;
yang bersifat omnipresent karena nyata-nyata hadir dimana-mana, tak terkecuali dalam &#13;
bidang kesehatan. Semesta sebagai ciptaan pada hakikatnya sudah dibekali oleh Yang Maha &#13;
Pencipta dengan suatu mekanisme yang membuatnya bisa terus bertahan secara alamiah. &#13;
Begitu juga manusia, yang diciptakan sebagai go long an makhluk dengan tingkatan yang &#13;
paling tinggi karena dianugerahi dengan komposisi mind, body, spirit yang mencakup &#13;
keseluruhan aspek kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual yang menjadi satu &#13;
kesatuan yang sangat mengagumkan dalam menentukan cara bagaimana manusia harus &#13;
bertahan dengan cara berinteraksi dan berkomunikasi. &#13;
&#13;
Jika keseluruhan merupakan jumlah dari bagian-bagiannya, maka penjelasan &#13;
mengenai kesehatan masyarakat harus dimulai dengan mengenal kesehatan tiap individu di &#13;
dalamnya. Dengan kondisi mind, body dan spirit yang tidak akan ada yang persis sama tiap &#13;
individu bahkan dalam waktu, tempat, kondisi dan situasi yang sama sekalipun, maka untuk &#13;
mengetahui bagaimana kesehatan tiap individu menjadi sesuatu yang tidak mudah, sehingga &#13;
menjadi menarik untuk selalu mempelajari cara mereka berkomunikasi. &#13;
&#13;
Penelitian ini in gin mengetahui lebih jauh tentang praktik self-healing beserta &#13;
pengalaman para penggunanya, dengan menekankan pada identifikasi masalah yaitu &#13;
bagaimana bentuk-bentuk praktik self-healing, apa motif seseorang menggunakan self­ &#13;
healing sebagai terapi holistik, bagaimana seseorang menerapkan aspek spiritual diri dalam &#13;
proses self-healing dan bagaimana seseorang memaknai aspek spiritual diri dalam proses &#13;
self-healing sebagai terapi holistik. &#13;
&#13;
Penelitian ini memanfaatkan paradigma fenomenologi dengan self-regulation &#13;
theory sebagai penuntun dalam analisis dengan menggunakan 8 orang informan yang &#13;
menggunakan teknik self-healing yang berbeda, yaitu seni pemafasan Satria Nusantara, &#13;
Reiki, dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan gambaran untuk seni pemafasan Satria Nusantara &#13;
pada prinsipnya mengolah aliran listrik tubuh. Untuk Reiki mendasarkan diri pada &#13;
prinsip pembenahan dan penyeimbangan energi tubuh yang memanfaatkan energi alam &#13;
melalui potensi dan kemampuan alamiah tubuh berinteraksi dengan energi Illahi yang &#13;
tersedia sangat berlimpah di alam semesta. Untuk SEFT lebih menekankan pada &#13;
pembinaan aspek emosional dan spiritual seseorang yang berupa kepasrahan total kepada &#13;
Tuhan Yang Maha Segalanya. Untuk motif pengguna self-healing sebagai terapi holistik, &#13;
ditemukan beberapa motif yaitu sebagai media penyembuhan, pengalaman masa lalu, &#13;
cob a-cob a, tidak mau masuk rumah sakit, kemudahan, dukungan media komunikasi, menjadi &#13;
lebih baik. Untuk penerapan aspek spiritual diri dalam proses self-healing ditemukan &#13;
yaitu yang berupa pengetahuan, interaksi dan komunikasi, yakin pada kemampuan tubuh. &#13;
Pengembangan diri, kontinyuitas, menjauhi ambisi, alamiah, perlunya meditasi, imajinasi, &#13;
pikiran yang utama, praktik mengontrol emosi. Untuk pemaknaan aspek spiritualitas diri &#13;
dalam praktik self-healing sebagai terapi holistik, komunikasi antara makhluk dengan sang &#13;
Khalik, menekan nafsu rendah, meningkatkan keimanan dan kepasrahan kepada Tuhan, &#13;
holistic person, sebagai bentuk ibadah sepanjang waktu, peneguhan jiwa untuk kegiatan &#13;
positif (peningkatan kemampuan psikis), menebar rahmat, dan ketenangan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Hadiati. S, Nikmah</note>
 <subject authority="">
  <topic>Jika keseluruhan merupakan jumlah dari bagian-bagi</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Har s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Har s/R.17.83</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100321</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.83)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Har s/R.17.83</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14547</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 09:03:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>