Detail Cantuman

Image of Konstruksi makna, motivasi dan perilaku komunikasi wisatawan mancanegara di Indonesia

 

Konstruksi makna, motivasi dan perilaku komunikasi wisatawan mancanegara di Indonesia


KONSTR~I MAKNA, MOTIV ASI DAN PERILAKU KOMUNIKASI
W1SATA WAN MANCANEGARA DI INDONESIA

Studi Fenomenologi Wisatawan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110100043302.2 Had k/R.17.78Perpustakaan Pusat (REF.17.78)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Had k/R.17.78
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxii,;438 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Had k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KONSTR~I MAKNA, MOTIV ASI DAN PERILAKU KOMUNIKASI
    W1SATA WAN MANCANEGARA DI INDONESIA

    Studi Fenomenologi Wisatawan Mancanegara di Jakarta dan Ball

    Penelitian ini bertujuan mengetahui makna komponen-komponen pariwisata (atraksi
    destinasi, fasilitas dan pelayanan, aksesibilitas, harga, citra destinasi) pada wisatawan
    mancanegara di Jakarta dan Bali, serta mengetahui motivasi berwisata dan perilaku
    komunikasi mereka dengan masyarakat di daerah tujuan wisata Jakarta dan Bali.

    Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah : Bagaimana wisatawan mancanegara
    mengkonstruksi makna pariwisata di Jakarta dan Bali? Bagaimana motivasi wisatawan
    mancanegara dalam berwisata di Jakarta dan Bali? Bagaimana perilaku komunikasi
    wisatawan mancanegara dengan masyarakat Jakarta dan Bali?

    Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan tradisi Fenomenologi. Subjek
    penelitiannya wisatawan mancanegara di Jakarta dan Bali. Objek penelitiannya konstruksi
    makna, motivasi dan perilaku komunikasi. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi,
    wawancara mendalam dilakukan terhadap wisatawan mancanegara yang menjadi
    informan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi dari berbagai media,
    baik cetak maupun online.

    Hasil penelitian wisatawan mancanegara dalam memaknai komponen pariwisata di
    Jakarta dan Bali berbeda satu sama lain tergantung pengalaman dan kompleksitas kognitif
    masing-masing individu. Juga karena faktor informasi pariwisata yang didapat oleh
    wisatawan mancanegara, kondisi alam dan budaya dari masyarakat di daerah tujuan wisata
    (destinasi) dan faktor realitas subjektif wisatawan mancanegara. Motivasi wisatawan
    mancanegara berwisata ke Indonesia (Jakarta dan Bali) bermacam-macam seperti Physical
    Motivations, Culture Motivations, Interpersonal Motiattons, Status and Prestige
    Motivations. Namun motivasi berwisata informan wisatawan mancanegara baik di Jakarta
    dan Bali lebih banyak untuk menikmati budaya (Culture Motivations). Motivasi juga
    dipengaruhi faktor eksternal dan internal wisatawan mancanegara, serta profil setiap
    wisatawan itu sendiri. Perilaku komunikasi wisatawan mancanegara dengan masyarakat
    Jakarta dan Bali, meliputi perilaku komuniasi verbal/nonverbal, antar pribadi, kelompok,
    antar budaya. Perilaku komunikasi wisatawan mancanegara dengan masyarakat Jakarta
    yang umumnya menganut budaya Low Context dan masyarakat Bali yang umumnya

    menganut budaya High Context. .

    Kesimpulan penelitian adalah konstruksi makna wisatawan mancanegara berbeda-beda
    terhadap komponen-komponen pariwisata di Jakarta dan Bali. Wisatawan mancanegara
    mempunyai motivasi berwisata berbeda Perilaku komunikasi wisatawan mancanegara
    dengan masyarakat Jakarta dan Bali bermacam-macam. Saran teoritis adalah adanya
    kelanjutan penelitian tentang perilaku komunikasi nonverbal wisatawan mancanegara yang
    begitu luas. Saran praktis, wisatawan mancanegara melalui konstruksi makna dan
    pengalaman positifnya berwisata di Jakarta dan Bali dapat dibagikan ke orang-orang
    terdekatnya sehingga tertarik berwisata ke Jakarta dan Bali. Sedangkan konstruksi makna
    dan pengalamannya bersifat negatif bisa menjadi masukan atau kritik bagi pelaku
    pariwisata di Jakarta dan Bali.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi