Konstruksi makna penyandang filariassis
KONSTRUKSI MAKNA PENY ANDANG FILARIASIS
Studi Fenomenologis Tentang Konstruksi Makna Penyandang Filariasis
Dalam Komunikasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100145 302.2 Had k/R/17/77 Perpustakaan Pusat (REF.17.77) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Had k/R/17/77Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xv,;416 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Had kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Hadisiwi, Purwanti -
KONSTRUKSI MAKNA PENY ANDANG FILARIASIS
Studi Fenomenologis Tentang Konstruksi Makna Penyandang Filariasis
Dalam Komunikasi Risiko Kesehatan
di Kabupaten Bandung
Disertasi dengan judul Konstruksi Makna Penyandang Filariasis di
Kabupaten Bandung, bertujuan untuk memahami makna yang dikonstruksi oleh
penyandang filariasis tentang diri yang sakit, diri yang cacat, pengobatan,
informasi filariasis dari berbagai sumber, pengetahuan tentang pengobatan massal
dan konsep diri yang terbentuk berdasarkan pengalaman sakit.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis. Pendekatan fenomenologis digunakan untuk mengkonstruksi
realitas penyandang filariasis dengan permasalahan yang dialami. Informan
penelitian adalah para penyandang filariasis yang dipilih secara purposif
berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis kecacatan, stadium kecacatan dan lokasi
tempat tinggal. Informan yang terpilih adalah informan yang mewakili semua
kriteria penyandang filariasis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dan pengamatan partisipatif. Data penunjang penelitian diperoleh dari
studi literatur penelitian-penelitian sebelumnya dan wawancara dengan pihak
pihak yang.relevan dengan masalah penyandang filariasis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang filariasis memaknai
dirinya sebagai diri yang pasrah, putus asa, tidak menyerah dan bahkan makna
diri tidak sakit. Sedangkan kecacatan akibat filariasis dimaknai sebagai diri yang
memalukan, perlu dikasihani, namun ada juga yang memaknai sebagai pendorong
semangat. Sebagian penyandang filariasis sudah tidak lagi melanjutkan upaya
pengobatan karena pengobatan medis yang dijalani dimaknai terlalu prosedural,
mahal dan mengesalkan. Sementara itu, pengobatan tradisional dimaknai oleh
sebagian penyandang filariasis sebagai upaya yang tidak memberikan harapan.
Media massa cenderung dipandang bukan sebagai sumber utama informasi
filariasis. Informasi dari dokter yang searah, tidak akurat dan tidakjujur, demikian
pula dengan berita dari media massa yang berlebihan dimaknai sebagai dapat
dipercaya, menakut-nakuti dan mernbingungkan. Pengobatan massal berhasil
mengembangkan konsep diri yang lebih positif atau setidaknya tetap positif bagi
penderita yang memaknai diri tidak menyerah dan tidak sakit. Namun demikian,
bagi penderita yang memaknai diri pasrahdan putus as a, pengobatan massal tidak
menunjukkan pengaruh terhadap konsep diri yang cenderung tetap nega -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






