<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14540">
 <titleInfo>
  <title>Transformasi identitas ahmadi setelah keluar dari ahmadiyah (studi fenomenologis tentang perubahan konsep diri dari pola komunikasi mantan ahmadi di tenjowaringin tasikmalaya)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fatoni, Uwes</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxii,;499 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian disertasi ini dilakukan untuk mengkaji proses, motif, konsep diri &#13;
dan pola komunikasi Ahmadi setelah menyatakan diri masuk dan keluar dari &#13;
Ahmadiyah. Metode yang digunakan adalah kualitatif Penelitian kualitatif dengan &#13;
tradisi fenomenologi ini menjadikan enam belas mantan Ahmadi di Tenjowaringin &#13;
Tasikmalaya sebagai informan. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara &#13;
mendalam, pengamatan berperan serta dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis &#13;
data dilakukan secara deskriptifkualitatif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan: Ahmadi menyatakan diri masuk jemaat &#13;
Ahmadiyah karena motif sebab yaitu tabligh jemaat Ahmadiyah, relasi keluarga, &#13;
dan relasi pernikahan, serta motif tujuan meliputi keunggulan Ahmadiyah, &#13;
kebersamaan Ahmadiyah dan janji mendapatkan bantuan. Terdapat tiga kategori &#13;
Ahmadi ketika mereka melakukan transformasi identitas masuk Ahmadiyah di &#13;
antaranya Ahmadi idealis, Ahmadi kompromis, dan Ahmadi pragmatis. Ketika &#13;
mereka menyatakan diri keluar dari Ahmadiyah juga terdapat dua motif yaitu &#13;
motif sebab yang meliputi label kesesatan ahmadiyah, konflik, dan beban berat &#13;
membayar iuran, dan motif tujuan yaitu keinginan kembali ke jalan yang lurus, &#13;
keinginan rukun dalam rumah tangga dan keinginan bergabung dengan komunitas &#13;
Islam. Terdapat tiga kategori mantan Ahmadi tatkala mereka melakukan &#13;
transformasi identitas keluar dari Ahmadiyah yaitu muslim kaffah, muslim &#13;
progresif dan muslim pengikut. Proses perubahan identitas dari Ahmadi menjadi &#13;
muslim turut mempengaruhi konsep diri mereka dari negatif menjadi positif &#13;
dalam aspek diri spiritual, diri intelektual dan diri sosial. Perubahan konsep diri &#13;
tersebut diantaranya dari diri sesat menjadi diri yang bersih, dari diri yang bodoh &#13;
menjadi diri yang sadar, dan dari diri yang terkungkung menjadi diri yang bebas. &#13;
&#13;
Pola komunikasi mantan Ahmadi dilakukan dalam konteks komunikasi &#13;
dengan diri sendiri dan Tuhan, komunikasi dengan keluarga dan komunikasi &#13;
sosial dengan masyarakat. Dalam konteks komunikasi dengan diri sendiri dan &#13;
Tuhan mantan Ahmadi melakukannya melalui muhasabah, bertaubat dan berdoa. &#13;
Konteks komunikasi dengan keluarga dilakukan kepada keluarga yang masih &#13;
Ahmadi dan keluarga non-Ahmadi. Dalam komunikasi dengan keluarga yang &#13;
anggota Ahmadiyah informan mendapatkan diskriminasi yang diantisipasi melalui &#13;
negosiasi identitas. Sedangkan komunikasi dengan keluarga yang bukan Ahmadi &#13;
berlangsung non-diskriminatif. Komunikasi informan dalam konteks komunikasi &#13;
sosial dilakukan dengan jemaat Ahmadiyah, dengan umat Islam dan dengan &#13;
sesama mantan Ahmadi di Ikatan Masyarakat Korban Aliran Sesat Ahmadiyah &#13;
(IMKSA). Komunikasi sosial informan dengan jemaat Ahmadiyah juga &#13;
berlangsung secara diskriminatif yang diatasi dengan negosiasi menggunakan exit &#13;
response, neglect response, loyalty response dan voice response. Konteks &#13;
komunikasi inform an dengan sesama mantan Ahmadi di IMKASA dilakukan &#13;
untuk memperteguh identitas mereka sehingga mereka merasa dimengerti, &#13;
dihargai dan didukung. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Fatoni, Uwes</note>
 <subject authority="">
  <topic>transformasi identitas, fenomenologi, pola komunik</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Fat t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Fat t/R.17.75</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001140100051</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.74)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Fat t/R.17.75</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14540</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 08:12:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>