Detail Cantuman

Image of Komunikasi Simbolik Pada Masyarakat Adat (studi interaksionisme simbolik pada masyarakat sunda buhun adat baduy di kanekes Banten)

 

Komunikasi Simbolik Pada Masyarakat Adat (studi interaksionisme simbolik pada masyarakat sunda buhun adat baduy di kanekes Banten)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pemaknaan
masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy mengenai beragam simbol dalam ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130100124302.2 Enj k/R/17 74Perpustakaan Pusat (REF.17.74)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Enj k/R/17 74
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;586 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Enj k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pemaknaan
    masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy mengenai beragam simbol dalam realitas
    kehidupannya; (2) konsep diri orang-orang Sunda Buhun pada masyarakat Adat
    Baduy berdasarkan pengalaman dan interaksi mereka; dan (3) pola interaksi
    masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy dengan sesama maupun dengan masyarakat
    luar.

    Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (perspektif
    subjektif) dengan pendekatan studi interaksionisme simbolik, dan metode dalam
    penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi. Sedangkan teknik pengumpulan
    datanya adalah observasi partisifatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemaknaan masyarakat Sunda
    Buhun adat Baduy atas beragam simbol dalam kehidupannya, menunjukkan bahwa
    mereka memaknai beragam simbol di tengah kehidupannya tidak hanya mewakili
    dan tidak hanya digunakan untuk merepresentasikan gaga san dan nilai, akan tetapi
    sebagai cara mereka membentuk dunianya. Beragam simbol yang digunakan sebagai
    media penyampaian pesan dalam interaksi baik dengan sesama maupun dengan
    masyarakat luar terbagi atas bentuk simbol konkrit dan simbol abstrak; (2) konsep
    diri masyarakat adat Baduy sebagai hasil pengalaman dan interaksi mereka
    menunjukkan begitu kuatnya komitmen mereka atas nilai, norma, adat-istiadat dan
    sistem keyakinan yang membentuk kesadaran kolektifnya, sehingga mereka menjadi
    begitu percaya diri karena mereka memahami peran dan fungsi, serta posisi dirinya
    sebagai masyarakat yang tinggal di mandala. Kemudian pada aspek harga dirinya,
    masyarakat adat Baduy merasa dirinya sejajar dengan masyarakat di luar Baduy, dan
    merasa diri sebagai masyarakat yang berdaya maka mereka hidup secara mandiri,
    dan tidak mengharapkan bantuan apalagi belas kasihan dari pihak luar; (3) pola
    interaksi masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy dengan sesama maupun masyarakat
    luar di bangun atas dasar nilai dan norma budaya setempat, sehingga pola interkasi
    mereka dikerangkai oleh kesadaran mikrokosmos dan pikukuh karuhun sebagai
    kebudayaan implisit yang mengendalikan perilaku empirik masyarakat Sunda Buhun
    Adat Baduy. Secara internal pola interaksi masyarakat Adat Baduy dibentuk oleh
    ketentuan adat-istiadat yang bersifat mengikat dan dikerangkai tat an an kosmologi
    yang membangun kesadaran kolektifnya. Sedangkan pola interaksi secara eksternal
    dilakukan dengan cara berbaur dan tidak bersifat eksklusif, tetapi tetap menunjukkan
    simbol-sirnbol khusus yang memperteguh identitas mereka sebagai masyarakat
    Sunda Buhun atau Jatisunda. Akan tetapi pad a aspek tertentu masyarakat Sunda
    Buhun Adat Baduy melakukan proteksi dan filtrasi terhadap budaya dari luar yang
    dipandang akan mempengaruhi dan menggangu eksistensi budaya yang diwarisi dari
    leluhur (karuhun) mereka secara turun temuru~.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi