<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14539">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi Simbolik Pada Masyarakat Adat (studi interaksionisme simbolik pada masyarakat sunda buhun adat baduy di kanekes Banten)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ENJANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;586 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pemaknaan &#13;
masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy mengenai beragam simbol dalam realitas &#13;
kehidupannya; (2) konsep diri orang-orang Sunda Buhun pada masyarakat Adat &#13;
Baduy berdasarkan pengalaman dan interaksi mereka; dan (3) pola interaksi &#13;
masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy dengan sesama maupun dengan masyarakat &#13;
luar. &#13;
&#13;
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (perspektif &#13;
subjektif) dengan pendekatan studi interaksionisme simbolik, dan metode dalam &#13;
penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi. Sedangkan teknik pengumpulan &#13;
datanya adalah observasi partisifatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemaknaan masyarakat Sunda &#13;
Buhun adat Baduy atas beragam simbol dalam kehidupannya, menunjukkan bahwa &#13;
mereka memaknai beragam simbol di tengah kehidupannya tidak hanya mewakili &#13;
dan tidak hanya digunakan untuk merepresentasikan gaga san dan nilai, akan tetapi &#13;
sebagai cara mereka membentuk dunianya. Beragam simbol yang digunakan sebagai &#13;
media penyampaian pesan dalam interaksi baik dengan sesama maupun dengan &#13;
masyarakat luar terbagi atas bentuk simbol konkrit dan simbol abstrak; (2) konsep &#13;
diri masyarakat adat Baduy sebagai hasil pengalaman dan interaksi mereka &#13;
menunjukkan begitu kuatnya komitmen mereka atas nilai, norma, adat-istiadat dan &#13;
sistem keyakinan yang membentuk kesadaran kolektifnya, sehingga mereka menjadi &#13;
begitu percaya diri karena mereka memahami peran dan fungsi, serta posisi dirinya &#13;
sebagai masyarakat yang tinggal di mandala. Kemudian pada aspek harga dirinya, &#13;
masyarakat adat Baduy merasa dirinya sejajar dengan masyarakat di luar Baduy, dan &#13;
merasa diri sebagai masyarakat yang berdaya maka mereka hidup secara mandiri, &#13;
dan tidak mengharapkan bantuan apalagi belas kasihan dari pihak luar; (3) pola &#13;
interaksi masyarakat Sunda Buhun Adat Baduy dengan sesama maupun masyarakat &#13;
luar di bangun atas dasar nilai dan norma budaya setempat, sehingga pola interkasi &#13;
mereka dikerangkai oleh kesadaran mikrokosmos dan pikukuh karuhun sebagai &#13;
kebudayaan implisit yang mengendalikan perilaku empirik masyarakat Sunda Buhun &#13;
Adat Baduy. Secara internal pola interaksi masyarakat Adat Baduy dibentuk oleh &#13;
ketentuan adat-istiadat yang bersifat mengikat dan dikerangkai tat an an kosmologi &#13;
yang membangun kesadaran kolektifnya. Sedangkan pola interaksi secara eksternal &#13;
dilakukan dengan cara berbaur dan tidak bersifat eksklusif, tetapi tetap menunjukkan &#13;
simbol-sirnbol khusus yang memperteguh identitas mereka sebagai masyarakat &#13;
Sunda Buhun atau Jatisunda. Akan tetapi pad a aspek tertentu masyarakat Sunda &#13;
Buhun Adat Baduy melakukan proteksi dan filtrasi terhadap budaya dari luar yang &#13;
dipandang akan mempengaruhi dan menggangu eksistensi budaya yang diwarisi dari &#13;
leluhur (karuhun) mereka secara turun temuru~.</note>
 <note type="statement of responsibility">Enjang</note>
 <subject authority="">
  <topic>simbol, pemaknaan, konsep diri, masyarakat adat.</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Enj k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Enj k/R/17 74</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130100124</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.74)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Enj k/R/17 74</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>14539</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 16:18:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-25 08:07:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>