Detail Cantuman

Image of Etnografi komunuikasi intrabudaya dan antar budaya dalam keparawisataan di kota Bukittinggi Sumatera Barat

 

Etnografi komunuikasi intrabudaya dan antar budaya dalam keparawisataan di kota Bukittinggi Sumatera Barat


Komunikasi intrabudaya dan antarbudaya dalam kepariwisataan di Kota Bukittinggi
Sumatera Barat sangat unik, karena setiap aktifitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100039302.2 Efr e/R.17.72Perpustakaan Pusat (REF.17.72)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Efr e/R.17.72
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix,;524 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Efr e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Komunikasi intrabudaya dan antarbudaya dalam kepariwisataan di Kota Bukittinggi
    Sumatera Barat sangat unik, karena setiap aktifitas komunikasi yang dilakukan
    berbeda sesuai dengan situasi komunikasi. Kehadiran pariwisata di Kota Bukittinggi
    telah banyak membawa perubahan, walaupun demikian masyarakat Kota Bukittinggi
    masih tetap mempertahankan identitas dan keaslian budayanya. Melihat potensi yang
    dimiliki oIeh Kota Bukittinggi dalam kepariwisataan selain membicarakan
    komunikasi intrabudaya juga membahas komunikasi antarbudaya kerena
    kepariwisataan berkaitan dengan orang-orang yang memiliki Iatarbelakang budaya
    yang berbeda. Pertanyaan penelitian dirumuskan 1.Bagaimana komunikasi intra
    budaya masyarakat (kebiasaan, adat, nilai dan norma-norma) dalam kepariwisataan di
    Kota Bukittinggi Sumatera Barat? 2. Bagaimana modifikasi budaya(Tradisi, bahasa,
    dialek dan attraksi budaya) masyarakat dalam kepariwisataan di Kota Bukittinggi
    Sumatera Barat? 3. Bagaimana aktivitas komunikasi intrabudaya dan antarbudaya
    dalam kegiatan kepariwisataan di Kota Bukittinggi Sumatera Barat? Pendekatan
    metodologis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif konstruktivis dengan analisis
    etnografi komunikasi. Setelah pengumpulan data melalui observasi partisipasi,
    wawancara dan dokumentasi maka diperoleh hasil penelitian pertama: Komunikasi
    intrabudaya dalam kepariwisataan berpedoman pada kebiasaan, adat, nilai dan norma­
    norma yang berlaku pada masyarakat Kota Bukittinggi, kesemuaannya tertuang
    dalam adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah dan alam takambang jadi
    guru, kedua: Proses komunikasi antarbudaya melalui modifikasi budaya dalam
    keparwisataan terjadi melalui pendidikan, perdagangan dan jasa, kesehatan dan olah
    raga. Di antara modifikasi budaya tersebut adalah modifikasi tradisi pakaian Bundo
    Kanduang, tradisi khatam Quran dan tradisi malamang. Modifikasi bahasa terdapat
    pada perubahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggeris dan bahasa Minang ke
    dalam bahasa Indonesia. Modifikasi dialek terdapat perbedaan-perbedaan dalam
    bahasa yang digunakan. Modifikasi attraksi budaya hampir semua attraksi budaya
    sudah dimodifikasi, sebab kebudayaan di Minangkabau tidak statis tetapi dinamis ..
    Ketiga: komunikasi antarbudaya ditandai dengan berbagai aktivitas komunikasi yang
    rnempunyai perbedaan komunikasi suatu tempat yang sama aktivitas berbeda maka
    situasi dan kegiatan berbeda pula, proses komunikasi intra dan antarbudaya bukan
    hanya sekedar membangun kontak dalam dua arah (interaktif) pada tahap rendah dan
    tahap tinggi (transaksional dan dinamis) tetapi sudah memasuki tahap yang Iebih
    tinggi lagi yaitu relasionaI, dengan iklim komunikasi yang positif. Komponen
    etnografi komunikasi intra dan antarbudaya da1am kepariwisataan saling berkaitan
    satu sama lain yang terjadi pada setiap peristiwa komunikasi.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi